RSS

[EXO FF] Dream Come True?!

08 Mei

Disclaimer: All This Chara isn’t mine.

Inspired: Into Your World-EXO

Rated :

Gendre: Romance, Comedy.

Summary: Semua orang berharap mimpi mereka akan menjadi kenyataan, tapi sepertinya hal ini tidak berlaku untuk Baekhyun. Mimpinya yang menjadi kenyataan malah berbuah petaka! Memang Baekhyun mimpi apa, sih?

Pairing: Chanyeol – Baekhyun (Baekyeol).

Warning: Yaoi, Typo, OOC.

.

Don’t Like? Don’t Read!

Don’t FLAME! Don’t BASHING!

.

~Happy Reading!!~

.

\(o_o\)o0o(/o_o)/

“Ngggh… Ah…. Ahh…”

Baby… Hhh… I wantmore… oh… damn!”

Deeper, please… akhh… ahhh… ohh, there!!”

Fuck!! You’re so fucking tight, baby!! Ahhh… shhh!!”

I wanna cum!! Akhh… shit, ahhh!!”

Cum for me, baby…. Ngghh… Ohh!”

Together…”

“AKHHHH!!! AHH!!”

.

Dream Come True?!

By Himawari Ichinomiya

.

Baekhyun menatap cengok pada selangkangannya, basah, lengket, berbau amis, pokoknya rame rasanya kayak iklan produk permen di Indonesia. Oke, memang bukan itu intinya. Pemuda satu ini untuk ke sekian kalinya bangun kesiangan dan yang lebih penting dengan selangkangan yang basah. Bukan! Dia bukan ngompol! Please, deh… sudah kelas dua SMA masih ngompol?

“Hhhh…” Baekhyun menghela nafas, hancur sudah moodnya untuk memulai tahun ajaran baru di bangku kelas dua SMA hanya gara-gara sebuah mimpi sialan. Sebagai pemuda sehat seumurannya dimana sedang mengalami puberitas, sudah merupakan hal yang wajar untuk mengalami mimpi basah atau wet dream, dan bukan karena hal ini yang merusak mood Baekhyun untuk mengawali hari.

Masalahnya, Baekhyun adalah pemuda normal, oke?

Sekali lagi dengan huruf besar semua, N-O-R-M-A-L! Lalu apa hubungannya orientasi seksual baekhyun dengan mimpinya? Oke, mari kita luruskan masalah yang sebenarnya sudah lurus ini.

Pada wet dream-nya, Baekhyun malah bermimpi sedang ‘this-and-that’ dengan laki-laki!! Ya, Tuhan… dosa apa dia harus wet dream sama  laki-laki?

Hal ini bermula semenjak beberapa bulan yang lalu terus menerus hingga sekarang. Bayangkan, bagaimana shock-nya Baekhyun yang saat itu masih doyan-doyannya liat video yadong Miyabi dan majalah playboy yang isinya cewek macem HyunA atau G.NA, tiba-tiba mimpi making love sama cowok?

Baekhyun mengacak rambutnya kesal, hampir setiap hari dirinya mengalami wet dream, dengan PRIA yang sama pula. Namun, bukan di situ juga sih letak masalahnya… masalah yang sebenarnya, dalam seminggu, Baekhyun bisa wet dream sampai empat kali, repotnya dia harus mencuci dan membersihkan sperma yang benar-benar banyak itu dari bedcover dan celananya, sedangkan sisa stok bedcover dalam lemarinya sudah hampir habis.

“BAEKKIE!! Bangun, sudah pagi!!” panggil ibunya dari lantai bawah, Baekhyun bangun dari kasurnya dengan ogah-ogahan, menarik bedcover kotor yang semalam habis dikenakannya, kemudian memasukkan bedcover kotor tersebut ke dalam kamar mandi agar bisa dicucinya nanti sepulang sekolah. Tidak mungkin dirinya menyuruh sang ibu atau meletakan bedcover kotor itu ke laundry ‘kan? Mau ditaruh dimana wajahnya nanti?

NE!! Umma, ku sudah bangun!!” balas Baekhyun tidak kalah berteriak.

Satu hari melelahkan akan dimulai… batinnya dengan wajah masih bad mood.

.

.

Gerbang SM Senior High School benar-benar sudah sepi, bisa diduga jika seluruh siswa-siswinya sudah masuk ke kelas masing-masing. Sialnya, Baekhyun kini sedang mengendap-endap memasuki lorong sekolah agar tidak kepergok guru piket atau satpam sekolah.

Maklum saja, jika terlambat, gerbang sekolah biasanya akan dikunci. Namun, Baekhyun dengan tubuhnya yang cukup ringan, jadi bisa memanjat melewati pagar dan mengendap-endap masuk ke dalam kelas. Memang, pernah sekali dirinya terpergok guru piket, dan langsung diberi ‘hadiah’ membersihkan WC yang baunya sangat harum di sekolahnya itu selama seminggu.

Setelah mencapai kelasnya di sebelas IPA satu dengan penuh perjuangan, seperti bersemunyi di semak-semak atau tiarap jika ada guru lewat, Baekhyun buru-buru membuka pintu kelasnya.

GREEEK

Mianhe… Saya…” Baekhyun tidak bisa melanjutkan kata-katanya, lidahnya terasa kelu, matanya membulat dan jantungnya berpacu cepat. “Te-terlambat…” lanjutnya terbata.

Ada seorang pemuda dengan rambut keemasan dan tinggi semampai berdiri di hadapannya menatap Baekhyun dengan tatapan heran. Sesaat itu juga, Baekhyun bisa merasakan badai, tsunami, angin topan, dan sebangsa itu menghantam kepalanya dalam waktu yang bersamaan.

Pemuda berambut pirang acak-acakan dengan tinggi tidak bisa dibilang normal itu mendekati Baekhyun dengan wajah kawatir, “kau tidak apa-apa? Kau terlihat pucat…” ujarnya sambil mengulurkan tangan sepertinya hendak meng-check dahi Baekhyun.

Namun, sebelum hal itu terjadi, Baekhyun merasakan kepalanya pusing seperti sekelilingnya berputar dan pandangannya menjadi gelap.

BRUKK!!

“Hei!! Kau kenapa?! Apa yang salah denganmu?!” tanya pemuda berambut pirang acak-acakan itu saat Baekhyun tiba-tiba saja pingsan dan terjatuh di lantai ruang kelas.

.

.

“Kau tidak apa-apa? Aku dengar kau pingsan di sekolah tadi…” ucap gadis cantik berambut hitam legam sedikit ikal tersebut.

Saat ini Baekhyun sudah berada di rumah, orangtuanya masih kerja, sedangkan kakaknya itu mungkin membolos kuliah, mengingat sekarang masih siang dan Baekhyun pulang lebih awal karena pingsan di sekolah.

Baekhyun menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal, “Uh… aku tidak tahu harus bagaimana, Yuri-noona.” Respon Baekhyun, sekarang dirinya sedang berada di dalam kamar noona-nya yaitu Yuri. Sejak kecil, Baekhyun sangat dekat dengan noona-nya itu, dia selalu bercerita masalah dan kejadian-kejadian menarik di sekolah, bahkan terkadang Baekhyun curhat pada kakaknya itu.

“Sebenarnya… aku bertemu dengan pria itu, Kak…” lanjut Baekhyun dengan wajah suram. Ya, Baekhyun bahkan bercerita perihal wet dream-nya pada Yuri. Namun, mereka tentu saja membicarakan hal itu sekedar untuk curhat dan berbagi cerita saja, tanpa ada maksud lebih. Hey, mereka itu kakak-adik kandung!

Tidak ada respon dari Yuri.

Baekhyun mulai gelisah dan menatap kakaknya meminta penyelesaian.

“Akhirnya kau jadi homo juga, Baekki…”

BRAK!!

“SIAPA YANG HOMO?!!” Jerit Baekhyun sambil menggebrak meja, tidak terima atas respon kakaknya yang keterlaluan itu. Yuri membalas amukan Baekhyun dengan nyengir geje tanpa rasa bersalah.

“Kenapa panik begitu, sih? Toh, hanya sekedar mimpi ‘kan? Abaikan saja cowok itu.” Ujar kakaknya sedikit menganggap Baekhyun remeh karena menghadapi masalah kecil saja panik.

Baekhyun sendiri manggut-manggut mengerti. Mungkin bagi kakaknya, hal ini bukan lah masalah besar, tapi tentu saja hal ini merupakan masalah yang cukup pelik untuk Baekhyun. Saat Baekhyun duduk di bangku akhir kelas sepuluh, dirinya sedang suka-sukanya pada gadis kelas sebelah yang bernama Krystal. Namun, tiba-tiba ketika malam, Baekhyun malah mimpi making love dengan laki-laki!

Semenjak saat itu, Baekhyun berusaha untuk mempertahankan orientasi seksualnya. Hampir setiap saat dirinya membaca sejenis majalah playboy atau melihat video yadong (yang cewek-cowok tentunya), tapi tetap saja dirinya wet dream dengan lawan main laki-laki dan lagi lawan mainnya adalah orang yang sama!

“Tapi… bagaimana kalau hal yang terjadi dalam mimpimu itu memang takdir?” tanya Yuri.

Baekhyun membeku atas spekulasi sang kakak, “Jangan becanda, noona! Perkataanmu sungguh tidak lucu sama sekali.” Ucapnya sambil membuat tawa yang dibuat-buat dengan gugup.

“Yah… Cuma menebak saja, sih… lagipula, jarang-jarang ada orang yang ketemu dengan lawan mainnya di wet dream ‘kan?” balas Yuri sambil mengangkat bahu, menyerahkan penilaian seterusnya pada sang adik.

Baekhyun menggeleng tidak percaya. Dirinya yakin sepenuhnya bahwa mimpi basahnya hanyalah sebuah tahap dari masa puberitas. Lagi pula, mana ada ilham ketemu jodoh dari mimpi basah?

Tapi meski hanya mimpi, Baekhyun akan berusaha mempertahan kewarasannya (atau orientasi seksualnya) agar tidak berjalan ke arah yang salah! Dirinya tidak akan membiarkan mimpi itu menjadi kenyataan! Tidak akan pernah!

.

.

“Psst… lihat itu, Baekhyun-ssi membaca majalah seperti itu di sekolah.” Bisik gadis berambut ikat dua yang mengamati Baekhyun terang-terangan baca majalah yadong terkemuka di dalam kelas. “Aku tidak menyangka Baekhyun-ssi tipe yang suka dengan hal-hal seperti itu…” bisiknya lagi pada temannya.

Temannya yang berambut pendek ikut mengangguk setuju, “benar! Lihat wajahnya! Wajahnya datar sekali waktu baca majalah seperti itu!”

D.O menghela nafas melihat sahabatnya satu itu, sedangkan Xiu Min melihat Baekhyun dengan pandangan sedikit risih karena kumpulan wanita di kelas memandangi sahabatnya.

Xiu min geleng-geleng kepala, menatap Baekhyun heran, “Bagaimana kau bisa membaca majalah porno ditempat terbuka dan dengan wajah datar seperti itu?”

“Apa kau tidak apa-apa? Kudengar kemarin kau pingsan…” kali ini D.O berujar sambil mendekati bangku Baekhyun.

Baekhyun menutup majalah porno yang baru saja dibelinya saat berangkat sekolah di supermarket tersebut ke dalam kolong meja, “Seperti yang kalian lihat, aku tidak sakit atau apa pun itu…” ucap Baekhyun dengan wajah datar, dirinya membaca majalah porno (yang isinya straight tentu saja) di sekolah, karena (lagi-lagi) dirinya semalam mengalami mimpi basah.

“AH!!”

Baekhyun terkaget setengah mati akibat suara dari arah belakangnya, pemuda berambut brunette itu melihat sang sumber suara.

Seorang pemuda berambut pirang acak-acakan dengan tinggi di atas rata-rata. Ya, pemuda yang sudah menolongnya saat pingsan, meski pun pemuda itu juga lah yang membuatnya pingsan.

“Ah! Kau yang pingsan kemarin itu ‘kan? Apa kau tidak apa-apa? Kau sakit apa memangnya? Apa kau terpingsan karena melihat wajahku?” tanya pemuda berambut pirang acak-acakan tersebut bertubi-tubi.

Deg

Deg

Deg

Baekhyun meruntuki jantungnya yang entah kenapa tidak bisa berdetak dengan tenang seperti biasanya. Tangannya mendadak berkeringat dingin dan kakinya terasa lumpuh total. Namun, Baekhyun berusaha sekuat tenaga untuk berdiri tegap dengan wajah dingin seakan tidak peduli dengan pemuda berambut pirang di hadapannya.

“Aku… sangat berterimakasih kau bersedia menolongku kemarin…” mulai Baekhyun dengan sopan tanpa melihat mata pemuda di hadapannya.  “Tapi… aku tidak ingin terlibat apa pun denganmu, jadi tolong jangan bicara padaku mulai sekarang.” Ujar Baekhyun dingin, melangkah keluar dari kelas tanpa melihat dua sahabatnya  dan pemuda berambut pirang tak dikenal itu.

Xiu Min dan D.O saling pandang dengan tidak mengerti. Namun pemuda pirang yang ditinggalkan oleh Baekhyun begitu saja itu nampak tidak terima dan tersinggung.

“Apa dia bilang tadi?! Bagaimana bisa dia berbicara begitu menyebalkan pada orang yang telah menolongnya?!!” ujar pemuda tinggi berambut pirang acak-acakan itu.

Kedua sahabat Baekhyun itu langsung mendekat ke arah pemuda yang baru saja mendapat semprotan kalimat dingin dari Baekhyun, “Sabar-sabar!” ujar Xiu Min, menepuk-nepuk punggung pemuda berambut pirang itu agar emosinya berkurang.

“Eh, ngomong-ngomong kalian siapa?” tanya pemuda berambut pirang acak-acakan itu.

Karena sudah cukup tenang, Xiu Min sedikit menjauh dari pemuda yang belum dikenalnya itu, “Aku Xiu Min dan yang di sebelahku ini D.O, kami berdua ini sahabat orang yang bicara denganmu tadi, namanya Baekhyun.” Ujar Xiu Min panjang lebar.

“Ah, aku Chanyeol.” Ujarnya mengajak Xiu Min dan D.O berjabat tangan, “Apa sahabat kalian-si Baekhyun biasa mengatakan hal-hal menyakitkan dan membuat musuh seperti itu?” lanjut Chanyeol dengan wajah masih kesal sambil beracak pinggang.

D.O menghela nafas, “Tolong maafkan teman kami satu itu, aku sendiri heran. Biasanya Baekhyun itu tipe yang ceria, suka berceloteh, dan cukup peduli pada orang di sekitarnya. Dia juga terkenal di kalangan laki-laki serta perempuan karena pintar bersosialisasi.”

Xiu Min mengangguk-angguk setuju, “Meski pun dia kadang suka bersikap aneh, dia termasuk orang yang baik.”

“Dia juga good looking dan kadang bersikap sangat tenang. Membuat banyak orang cukup kagum kepadanya.” Lanjut D.O sambil menopang dagu seperti detektif.

Chanyeol memutar bola matanya malas, “okeoke berhenti promosi kebaikan sahabat kalian yang bernama Baekhyun itu.” D.O dan Xiu Min cuma nyengir kuda, dan bergumam kalau memang begitulah kenyataannya.  “Jadi Baekhyun itu tipe ceria dan perfect di hadapan semua orang, kecuali padaku?” ,tanya Chanyeol.

D.O menggangguk, “Sepertinya kau membuatnya marah dan tidak nyaman. Apa kau melakukan sesuatu hal yang fatal pada Baekki?”

“Iya, sepertinya ada yang aneh dengan Baekki, tidak biasanya dia benar-benar terlihat membenci seseorang.” Kali ini Xiu Min ikut menyambungkan.

“Ukh…” Chanyeol mengacak-acak rambut pirangnya menjadi semakin berantakan, “Aku tidak melakukan apa pun yang membuatnya marah!! Saat pertama kali bertemu denganku si Baekhyun itu juga langsung pingsan! Aku sungguh tidak mengerti!!!” cerocos Chanyeol frustasi, menghentak-hentakan kakinya yang panjang ke lantai.

D.O dan Xiu Min melihat pemuda yang baru saja dikenalnya itu marah-marah sendiri dengan pandangan aneh.

“Pokoknya aku tidak boleh diam saja!!” ucap Chanyeol berapi-api, “Aku harus mengetahui kenapa Baekhyun marah padaku!! Aku tidak akan berhenti membuntutinya sampai mendapatkan lasan yang jelas!!!!” api imaginer muncul dari sekitar tubuh Chanyol seperti di komik-komik Jepang.

Kedua sahabat Baekhyun itu malah bertepuk tangan seakan kagum dengan aura berapi-api yang keluar dari tubuh Chanyeol. “Wooow! Semoga berhasil!” ujar D.O malah ikut mengompori Chanyeol.

Sepertinya hal ini akan semakin merepotkan Baekhyun kedepannya…

.

.

.

TBC

.

.

A/N:

Akhirnya bisa bikin fic Chanyeol-Baekhyun~!! #sebarbunga

Sebenernya sejak dulu pingin bikin fic ini, tapi malah baru selesai sekarang. #sigh

Karena di fic Only For You D.O jadi jahat, dan banyak juga yang protes jadi sebagai gantinya, disini aku bikin dia jadi orang baik… ummm… mungkin ngerasa fic ini mirib sama manga ‘koi wa ina mono myouna’-nya Taishi Zaou. Yah, ini memang adaptasi dari manga itu. Jadi mohon dimengerti… #Bow

Sekian dari hima, semoga fic ini nggak mengecewakan, dan kalian tertarik untuk baca kelanjutannya. :)

.

.

.

.

Continued/Delete?

Review!

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada Mei 8, 2012 in EXO

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: