RSS

[FF] With You!

30 Apr

With You

A Korean Pop Fanfiction

By: Himawari Ichinomiya

Fandom: Super Junior

Disclaimer: Super Junior is belong to SMEnt, and God

Pairing: HanChul (Hankyung X Heechul)

Warning: Boys Love, Shonen-ai, MaleXMale

Summary: Aku tidak pernah berhenti menatapmu dari kejauhan. Sejak dulu, hatiku sama sekali tidak berubah.

.

-Enjoy!-

.

.

Namja bertubuh tinggi semampai itu meletakkan barang yang dibelinya di kasir, mata kelamnya tertutup oleh kacamata berwarna cokelat gelap, rambut hitamnya terlihat sedikit acak-acakkan. Tapi jangan salah, itu bukan karena dirinya tidak peduli penampilan, melainkan karena hairstylist-nya yang seenak jidat membuat surai kelam itu menjadi mencuat kemana-mana berkat gel.

Sang kasir segera meng-cek harga barang yang dibeli namja tampan di hadapannya. “Total seratus tiga puluh yuan.” Ucapnya sambil memasukkan barang belian sang pembeli ke dalam kantung plastic.

Namja berkacamata cokelat dan berambut kelam itu segera mengeluarkan dompetnya, dan membayar barang beliannya. Usai mendapatkan apa yang diinginkannya, si pemuda segera melangkah keluar dari toko kumpulan Kaset, CD, sekaligus DVD itu.

“Sudah mendapatkan apa yang kau mau?” Sahut sebuah suara yang berasal dari seorang pemuda yang berumur tidak jauh berbeda dengannya. “Aku heran, sampai kapan kau akan terus membeli Album Super Junior, Hangeng?” ujar sang manager yang selama ini mengurus keperluan sekaligus jadwalnya.

Hangeng tersenyum hambar, “Entahlah…” jawabnya pendek, kemudian menatap sang pengatur kegiatan, “ Apa jadwal setelah ini, Manager-hyung?” ujarnya berusaha mengalihkan perhatian.

Si manager Cuma geleng-geleng kepala sembari beracak pinggang, “Karena kau, jadwalnya harus diundur sedikit. Setelah ini kita harus menuju Guanzou untuk beberapa talk show dan sedikit wawancara, serta pemotretan.” Ujarnya sambil melihat notes kecil yang tadi berada di sakunya.

Hankyung dan sang manager segera memasuki van dan memulai perjalanan menuju Guanzou yang letaknya memang masih cukup jauh. Namja kelahiran China itu sedari tadi menatap kaset album bertuliskan ‘Mr. Simple’ di tangannya, bibirnya menyunggingkan senyum samar saat membaca sebuah tulisan…

“ untuk seseorang yang selalu kuhubungi secara berkala…”

 

Sudah tidak diragukan lagi, jika kata-kata itu tertuju padanya. Khusus untuknya.

.

.

.

 

“Heenim-hyung! Apa yang kau lakukan?! Sebentar lagi giliran kita!” Ujar Ryeowook dengan suaranya yang sedikit melengking untuk menyadarkan si namja tercantik di Super Junior. Heechul tersentak, kemudian menatap Ryewook dengan pandangan bingung. Wookie menghela nafas, “Sebentar lagi kita harus naik panggung lho hyung! Jangan melamun!” ujar si mungil.

Ya, saat ini seluruh anggota Super Junior yang berjumlah sepuluh sedang berada di Mnet untuk pengumuman penghargaan atas album mereka. Yah, semacam awards untuk album terbaik saat ini.

Heechul menampakkan wajah datar, “Aku hanya berpikir, seandainya orang itu masih bersama kita hingga saat ini, Wookie. Mungkin dia juga akan merasakan betapa bahagianya kembali ke panggung yang sama setelah sekian lama.” Ujarnya dengan tatapan menerawang ke arah pintu panggung.

Dadanya terasa sesak, dan matanya mulai berkaca-kaca, namun sekuat tenaga Heechul berusaha mempertahankan ketegarannya. Semua sudah berlalu selama lebih dari dua tahun, tapi namja itu sama sekali tidak bisa melupakannya… Ya, pria yang selalu mengisi hidupnya.

Wookie tidak tahu harus berkata apa, yang dapat dirinya lakukan cuma tersenyum menenangkan, lalu menepuk pundak Heechul lembut. Heechul mengangguk dan tersenyum tegar, kemudian berjalan mulai memasuki panggung.

Musik mulai terdengar kencang, seluruh anggota Super Junior sudah bersiap di posisi masing-masing.

“Because you naughty naughty…”

“Hey!! Mr. Simple!!”

.

.

.

 

Leeteuk tersenyum-senyum penuh kepuasan, bibirnya yang kemerahan tidak berhenti melengkungkan senyuman manis, sambil menata makanan-makanan di ruang makan dorm. Sudah beberapa jam berlalu dari performnya di penghargaan Mnet, dan sesuai harapan seluruh ELF di dunia, serta dirinya yang seorang leader. Timnya berhasil menang di Mnet! Ya, kemenangan pertama untuk Mr. Simple… Kemenangan yang berhasil diraih dirinya serta dongsaeng-dongsaengnya setelah perjuangan panjang dan melelahkan.

Jadi, dirinya memutuskan untuk mengadakan pesta kecil-kecilan dalam rangka merayakan kemenangan mereka. Lumayan juga ‘kan idenya?

“Bwa ra Mr Simple Simple Simple…”

 

Leeteuk meghetikan kegiatannya, merogoh saku dan mengeluarkan telpon genggamnya yang berbunyi nyaring. “Yoboseyo?”

Leader berparas cantik itu terdiam, “Kenapa kau menelponku? Kenapa tidak langsung ke orangnya saja?” ujarnya agak kesal pada seseorang yang ada di sebrang sambungan. Leeteuk terdiam, kemudian menghela nafas. “Baiklah… baiklah. Tunggu sebentar…”

Sang uri leader berjalan menuju kamar Heechul, kemudian mengetuk pintunya agak keras. “Henim… Ada telpon, nih…”

Tidak lama kemudian Heechul keluar dari kamarnya dengan wajah agak kusut dan nyawa masih separuh. Yah, maklum saja, baru bangun tidur. “Siapa hyung?” ujarnya sedikit kesal.

“Hankyung, dia ingin bicara denganmu.” Ujar Teukie dengan wajah serius, kemudian memberikan telpon genggamnya pada Heechul. Si namja cantik menurut saja, dan menerima handphone Teuki dalam diam. Leeteuk menampakkan senyum menenangkan, kemudian menepuk pundak Heechul lembut, dan memberikan sang dongsaeng privasi untuk bicara dengan Hankyung.

Setelah sosok Teukie menghilang, Heechul mulai memposisikan telpon genggam itu agar suaranya lebih mudah terdengar, “Yobosseyo?” ujarnya dengan suara serak.

Yobosseyo, Heenim.”

“…” Heechul terdiam, dadanya mulai terasa sesak, matanya berkaca-kaca, “Babo!” ujarnya pendek dengan suara penuh isakkan.

Terdengar kekehan kecil dari Hankyung, “Jahat sekali, begitukah sikapmu pada orang yang menelponmu setelah sekian lama?” Heechul tidak bisa membalas, yang terdengar di pendengaran Hankyung hanyalah suara isakkan kecil. “Kau menangis?” tebak sang namja China.

Babo!!” ujar Heechul semakin keras. Tanpa bertanya pun sebenarnya Hankyung sudah bisa mengetahuinya.

Hankyung menghela nafas sejenak, “Aku mengucapkan selamat atas kemenangan kalian di album kali ini.” Ujarnya pelan, bibirnya menyunggingkan senyuman bahagia. Ya, walaupun Hankyung sudah tidak bersama mereka saat ini. Dirinya masih tetap super junior, dirinya tetap merasakan rasa bahagia yang memuncak jika grupnya itu menang. “Aku ikut senang, kau sudah mulai terbiasa tanpa aku di sana, Heenim.”

Babo!” Heechul masih mengucapkan kata-kata itu dengan suara serak karena tangisan. “Kenapa kau berkata seperti itu?” ujarnya kesal, air mata masih terus menetes dari pelupuk matanya.

“Selama kau ada di atas panggung, aku selalu melihatmu…” ada jeda sejenak, “bersama Siwon.” Ujar Hankyung, yang entah kenapa lebih terdengar menuduh atau menghardik Heechul.

Namja cantik itu tertawa penuh keterpaksaan, “Jangan konyol, Hankyungie. Kau sendiri tahu aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya.” Ucap Heechul ketus, “Itu cuma fanservice! Tidak lebih!”

“Aku tidak melihat bahwa itu sebuah Fanservice saat kau melakukannya.” Balas Hankyung tidak kalah keras kepala. Dirinya bisa mengingat segala ciuman, pelukkan, serta genggaman tangan yang diberikan Heechul pada Siwon, dan hal ini membuat amarahnya naik ke ubun-ubun, dadanya terasa sakit sekaligus panas di saat bersamaan.

Hankyung menghela nafas berat saat Heechul tidak lagi membalas kata-katanya. Apakah namja cantik itu benar-benar sudah melupakannya? Sudah tidak lagi membutuhkannya?

“Sepertinya kau sudah tidak membutuhkanku untuk berada di sisimu, Heenim.” Ujarnya sedih.

“Maksudmu? Kenapa kau bicara begitu?” Suara Heechul meninggi satu oktaf, nadanya terdengar tidak percaya dengan apa yang dikatakan Hankyung. Serapuh itu kah kepercayaan Hankyung padanya? “Kau menelponku hanya untuk mengajakku bertengkar?” ujarnya kesal pada namja yang berada di seberang sambungan.

Hankyung menghela nafas berat, “Aku sebenarnya ikut bahagia, karena kau sudah terbiasa tanpaku. Aku senang melihatmu sudah bisa tersenyum lagi seperti dulu, dan aku juga senang kau kembali seperti sediakala. Seperti kau sebelum bertemu denganku.”

“Tunggu-!” Ujar Heechul cepat.

Tuuut

Tuuut

Sambungan telpon sudah terputus.

Heechul panic setengah mati, dirinya berusaha menelpon balik Hankyung namun…

“Maaf, pulsa yang anda miliki tidak mencukupi. Silahkan melakukan pengisian ulang.”

Heechul melupakan satu hal yang fatal. Teukie sama sekali tidak pernah mengisi telpon genggamnya dengan pulsa yang cukup banyak. Jadi mana bisa menelpon ke China?!!

Namja cantik itu segera berlari menuju kamarnya, mengambil telpon genggam miliknya sendiri untuk menelpon Hankyung. Dirinya tidak mau ada kesalahpahaman dengan sang namja China. Hingga saat ini, semuanya sama sekali tidak pernah berubah. Hankyung adalah suatu hal terindah yang telah diberikan tuhan padanya. Meskipun dirinya seorang atheis.

Hankyung tetap menjadi satu-satunya hal terpenting dalam hidupnya. Bisa diingat saat-saat semangat hidupnya menghilang, ketika Hankyung memutuskan hengkang dari Super Junior. Dan dirinya tidak ingin kembali kehilangan Hankyung hanya karena fanservice konyol di atas panggung.

Heechul menekan nama ‘Hankyung’ dengan tombol ‘call’. Namun hasilnya nihil. Handphone Hankyung sepertinya tidak aktif.

“Sial!!” makinya kesal. Namun usahanya terhenti saat telpon genggamnya sendiri bergetar.

You’ve rechive one message

Ada SMS masuk, dan itu dari Hankyung! Heechul cepat-cepat membukanya.

.

From: Hankyung Prince Beijing Fried rice

Berjalanlah keluar ke arah balkon dorm.

.

 

Heechul menurut saja, dan melangkahkan kakinya keluar menuju balkon terbuka yang berada tidak jauh dari posisinya. Angin malam menerpa wajahnya, membawa hawa dingin menusuk tulang. Yah, wajar saja… karena Dorm mereka memang berada di lantai tiga.

Saat melihat ke bawah, mata sang namja cantik terbelalak sekaligus berkaca-kaca. Tangannya refleks menutupi mulutnya yang tidak sanggup berkata-kata. “Hankyung!” Hanya satu nama itu yang dapat lolos dari lidahnya yang terasa kelu.

Ya, Hankyung tersenyum melihatnya di lantai bawah dorm. Bagaimana bisa? Kenapa? Dan mengapa si namja asal China itu kemari? Banyak pertanyaan serupa terlintas dipikiran Heechul. Namun tidak ada satu kata pun yang terlontar dari bibirnya.

Seakan tersadar dari lamunannya, namja bergolongan darah AB tersebut segera berlari keluar dari balkon, dan berusaha keluar dari gedung dorm. Tidak dipedulikannya penampilannya saat ini yang masih mengenakan piyama. Tidak dihiraukannya pula berbagai pertanyaan yang dilontarkan dongsaeng-dongsaengnya dan Leeteuk. Yang terpenting Hankyung ada di sini! Ada di sini!!

Kaki Heechul terasa sakit dan mati rasa, namun dirinya tetap tidak perduli, dan memaksakan diri berlari menuju keluar Dorm.

“Tidak perlu terburu-buru begitu.” Ujar Hankyung dengan senyuman hangat, ketika Heechul sudah berada di hadapannya dengan napas tersengal karena berlari.

Heechul langsung berhambur ke dalam pelukkan Hankyung, tangannya melingkar erat di tubuh sang namja China. “Aku takut, kau akan meninggalkanku lagi.” Ujarnya sesak.

Hankyung bisa merasakkan kemeja hitamnya mulai basah oleh air mata, namun dirinya tetap diam. Tangannya perlahan bergerak mengelus surai hitam Heechul yang masih tetap lembut dari terakhir kali dirinya membelainya.

Wo ai ni, Chullie-ah…” ujar namja China itu lirih.

Heechul menangis makin keras, tangannya memeluk Hankyung erat seakan tidak akan pernah lagi melepaskannya. Hankyung tersenyum, lalu membalas pelukkan Heechul sama eratnya. Tanpa jawaban pun Hankyung bisa mengetahui jawabannya dari kerasnya pelukan serta isakkan Heechul.

Keduanya masih terus saling memeluk, tidak dihiraukannya angin malam yang dinginnya mulai menusuk tulang. Tidak dipedulikannya puluhan orang berlalu lalang menatap keduanya dengan pandangan aneh. Yang terpenting saat ini adalah keduanya sudah menyatu dalam satu ikatan hati yang tidak bisa diingkari. Yaitu CINTA.

“Nado sarangheyo, pabo Hankyungie…”

.

.

.

 

“Yah, pokoknya seminggu lagi kau harus kembali ke China, Hangeng.” Ujar si manager galak pada namja ex-Super Junior yang ada di sebrang telpon. “Aku sudah cukup banyak kesulitan mengurus kepergianmu yang mendadak ke Korea.” Lanjutnya kesal.

“Baiklah, lain kali jika kau ingin menemui Heechul tersayangmu itu, kau harus memberitahukannya langsung padaku! Jangan main kabur saja ke bandara…” ucapnya lagi, berusaha menceramahi Hankyung. Si manager menghela nafas keras, saat yang terdengar malah kekehan kecil dari Hankyung, kemudian memutus sambungan telponnya.

“Dasar pria dimabuk cinta. Bukan ‘kah setiap hari dia selalu mendengarkan lagu Super Junior sekaligus memasang foto Heechul di dompetnya? Kenapa harus kabur ke Korea di tengah jadwal segala?!” omelnya entah pada siapa, karena Hankyung sudah tidak memiliki waktu lagi untuk meruntuki kesalahannya, lagi pula sambungan telpon sudah terputus.

“Semoga beruntung dengan cintamu, Beijing Fried rice.” Ujar sang manager dengan senyuman tulus.

.

.

.

.

 

-FIN-

.

.

.

 

Yaaaay~!! HanChul pertamaku!!😀 *Sebar bunga*

Ini gara-gara kegalauan yang tercipta waktu lihat SS2 yang nyanyi lagu shining star sambil nangis-nangis. Dan jika kalian perhatikan di MV, Heechul itu semangat banget narinya di album Sorry sorry dan sebelumnya. Namun, saat mulai album bonamana (Hankyung sudah keluar), Heechul kelihatan nggak semangat. Apalagi di MV No Other.

Oke, segitu aja salam dari aku. Keep Loving HanChul pair, and see you next time!!😀

.

.

.

.

Coment or Review Please! :’)

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada April 30, 2012 in Oneshoot, Super Junior

 

Tag: , , ,

One response to “[FF] With You!

  1. Chagy_Saranghae

    Mei 12, 2012 at 4:54 am

    so sweat, jadi kangen nie dengan hanggeng oppa, seandainya oppa gabung lagi dengan suju pasti bagus banget, 13 member lengkap . . . aq harap itu bisa ,. . . .

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: