RSS

[EXO FF] Call Me ‘Oppa’!

30 Apr

By: Himawari Ichinomiya

Inspired: EXO-Two Moons

Pair: KrisTao

Gendre: Romance, Comedy.

Summary: “Kris-oppa, anyeonghasehyo!” ucap Tao bersemangat. Kris menatap pemuda kelahiran China tersebut dengan pandangan ‘What-the-hell?’. Kris tahu jika Tao tidak sengaja memanggil dirinya dengan panggilan oppa dan hal itu adalah sebuah kesalahan bahasa, tapi kenapa Kris malah senang?

Warning: Yaoi, OOC, Typo(s).

.

-Don’t like? Don’t Read!-

Don’t JUNK FLAME, Don’t BASH!

.

~Enjoy~

.

Kalau boleh Kris bilang jujur, pemuda itu sangat manis dan misterius. Gesturenya lucu, pandangannya polos seakan tidak mengerti apa-apa. Mungkin dia memang tidak mengerti apa-apa, karena dia memang bukan orang Korea. Dia orang China.

Dia lebih muda beberapa tahun dari Kris. Sang leader EXO-M, dan para anggota lainnya biasa memanggil dia Tao-bernama lengkap Hwang Zi Tao. Dia baru saja bergabung di Trainee seminggu yang lalu, manager bilang Tao sangat ahli dalam material arts karena itu lah dia direkrut oleh SM. Manager juga mengatakan pada Kris, bahasa Korea Tao sangat terbatas dan dia juga tidak bisa bahasa inggris, jadi sag leader harus membantunya beradaptasi.

“Kau sudah makan? Sepertinya kau sedikit kelelahan…” ucap Kris ketika melihat Tao duduk di ruang latihan dengan tubuh berkeringat dan kehabisan tenaga.

Pemuda berambut hitam kelam itu menatap sang leader kelahiran Canada itu sebentar, kemudian tersenyum, “Tidak apa-apa, tuijang(leader)… aku memang harus banyak latihan…” ucapnya masih dengan senyuman. Tao memang yang bergabung dalam Trainee paling terakhir (setidaknya dia memang bergabung paling terakhir di EXO-M), jadi harus banyak berlatih untuk istilahnya mengejar ketertinggalan. Dia selalu berlatih bersama Lay, karena Lay yang paling pintar dance, tapi Kris tetap mendampinginya juga, jaga-jaga kalau ada apa-apa.

Pemuda berambut pirang itu sedikit tersenyum melihatnya, Kris maklum jika Tao bersikap kekanakan dan agak manja, karena dia termuda diantara EXO-M,  tapi begitu dia mulai mendengar musik, sorot matanya berubah jadi tajam dan serius, gerakan tubuhnya juga sangat lentur serta teratur (mungkin karena dia ikut material arts). Lay menghentikan gerakan Tao, mengatakan tehnik-tehnik dance yang harus diingat, kemudian mereka kembali mencoba gerakan dance yang cukup sulit.

Begitu seterusnya hingga beberapa jam ke depan. Tiba-tiba, Kris bari tempat duduknya kemudian melangkah pergi, entah kemana. Tao yang walaupun sedang latihan dance jadi tidak fokus. Jujur, Tao sedikit kecewa saat melihat Kris keluar dari ruangan.

.

.

Setelah latihan empat jam tanpa henti, Lay dan Tao memutuskan untuk beristirahat. Keduanya terduduk di pojok ruangan dengan tubuh penuh keringat. Pemuda bermanik kelam itu sedikit kagum terhadap Lay, bagaimana bisa si EXO-M lead dancer wanna be itu mampu makan sehari hanya dua kali dan latihan dari subuh hingga tengah malam? Benar-benar hard worker!

Meski dirinya merasa kagum pada Lay, Tao tidak bisa memungkiri jika dirinya lebih kagum pada Kris. Pemuda berambut pirang itu memiliki postur tubuh yang tinggi semampai, tatapan matanya tegas, dan sikapnya begitu dewasa serta cool. Kris banyak membantunya, menerjemahkan apa saja yang dikatakan oleh orang-orang di sekitarnya dari bahasa Korea ke dalam bahasa China. Sang leader juga lah yang mengajarinya sedikit bahasa Korea sederhana. Memang semua member EXO-M perhatian padanya, tapi berbeda dengan perhatian dari Kris…

Kris itu seakan melindunginya.

Tao tersenyum sendiri memikirkan hal itu, pernah dirinya sekali pergi keluar bersama Kris. Saat itu Tao hendak membeli makanan di luar, berhubung dirinya benar-benar tidak tahu bahasa Korea, Tao mengajak Kris untuk menemaninya dan seperti yang kalian duga, Kris sama sekali tidak menolak. Jadi Tao pergi bersama sang leader menuju tempat makan terdekat.

Selama berjalan menuju tempat makan di dekat gedung SM, gadis-gadis selalu berteriak dan memanggil-manggil Kris tiada henti, padahal grup mereka bahkan belum debut… benar-benar mengagumkan. Sedikit-banyak, Tao merasa bangga bisa berjalan berdampingan dengan sang leader yang digilai oleh wanita.

Tao tersenyum, tapi senyumnya berubah jadi cemberut ketika mengingat Kris meninggalkannya saat latihan bersama Lay. Pergi kemana, sih Kris?

“Hey! Melamun saja!” tepuk seseorang di belakangnya keras.

Tao menoleh, pipinya sedikit memanas saat melihat orang yang tersenyum di belakangnya. Rambut pirang yang berkilau, tinggi semampai, dan bersenyum menawan. Ya, sang leader-Kris!!

“Sudah selesai latihannya?” ucap Kris saat melihat Lay sudah terkapar di lantai.

Sang maknae mengangguk, tapi wajahnya kembali nampak cemberut, “Tadi Tuijang meninggalkanku… Habis darimana, sih?” tanya Tao dengan wajah sedikit kesal.

Kris tersenyum melihat wajah Tao yang sedikit kekanakan, kemudian mengeluarkan dua buah minuman dingin. Si maknae itu mengernyit bingung saat melihat minuman berbungkus aneh yang di sodorkan oleh Kris, jadi Tao mengerutkan dahi sebab selain tidak tahu mengenai apa isi minuman itu, dia juga tidak bisa membaca label yang tertera dalam kemasannya (karena pakai hangeul). Seakan bisa mengerti tatapan bingung dari Tao, Kris segera membuka mulut untuk menjelaskan, “Ini susu pisang. Minuman ini memang kurang familiar denganmu, karena susu rasa ini memang adanya cuma di Korea…” ujarnya menjelaskan.

Tao malah jadi semakin bingung, “Aku sudah pernah meminum susu kedelai, susu sapi, susu strawberry atau sekedar mendengar tentang susu kambing, tapi kenapa bisa sampai ada susu rasa pisang?” ujarnya.

Sang leader terkekeh melihat kepolosan dari maknaenya itu, “Sudahlah, coba saja dulu…” ucap Kris meyakinkan.

Melihat wajah Kris yang tersenyum lembut-meyakinkan, Tao segera mengambil salah satu susu pisang yang disodorkan oleh Kris, kemudian segera membuka dan meminumnya dengan satu tegukan cepat-jaga-jaga kalau rasanya tidak seenak yang Kris ucapkan. Tapi mata pemuda berambut kelam itu membulat dengan wajah berbinar jenaka, “Manis!! Ini enak juga…” ucap Tao terkejut dengan rasa susu itu yang manis, tapi juga sedikit gurih tanpa membuat lidahnya merasa enek.

Pemuda asal Canada itu tersenyum puas, “Syukurlah kau menyukainya…” ucap Kris sambil mengacak-acak rambut Tao lembut, “Korea itu seperti susu pisang ini, ketika kau tidak mengenal apa-apa, maka akan terdengar dan terasa aneh. Tapi jika kau perhatikan, akan terasa manis dan ada beberapa rasa yang tidak terduga. Memang kendala bahasa merupakan hal berat di sini, tapi berjuanglah. Aku akan terus membantumu.” Lanjutnya panjang lebar.

Tao tidak tahu kenapa, tapi pipinya terasa panas dan jantungnya berpacu cepat ketika melihat senyum Kris. Tiba-tiba mata Tao tertuju pada satu kemasan susu pisang yang masih tersisa, “Tuijang, kau tidak meminum susu pisang itu?” tanya Tao yang masih disambi dengan meminum susu pisang miliknya.

Kris melihat satu kemasan susu pisang yang tersisa, kemudian menggeleng pelan, “Tidak, itu buat Yi Xing saja. Aku khawatir dia akhir-akhir ini sedikit memaksakan diri…” ucap Kris sambil menghela nafas saat menatap Lay yang masih terbaring kelelahan di lantai ruang latihan.

Tao mengernyit kesal, memang suatu hal yang wajar, jika Kris memperhatikan member lain juga. Tapi dirinya tetap merasa kesal dan sedikit marah, apakah itu artinya perhatian yang selama ini diberikan sang leader padanya juga merupakan sekedar perhatian yang diberikan oleh seorang pemimpin team kepada para anggotanya? Tidak ada maksud lain? Tao merasa sedih sendiri memikirkannya.

Kalian boleh mengatakan jika Tao sedikit posessif, dia mengajak Kris untuk keluar dari ruang latihan. Tujuannya? Agar Kris untuk sementara tidak terlalu banyak bicara dengan Lay. Ya, biarkan saja dirinya sedikit egois untuk kali ini.

“Gege, lapar…” ucap Tao dengan wajah memelas.

Kris mengusap rambut sang maknae pelan, “Kau ke resto depan saja dulu, aku ada perlu…”

Tao menggeleng dengan wajah cemberut, “Aku nggak mau kalau nggak sama gege…”

Pemuda berambut pirang itu menghela nafas sejenak, “Aku akan menyusulmu, nanti. Ada yang harus ku ambil di kamar.”

Tao masih cemberut, tapi memilih untuk tidak protes atau mengatakan apa pun. Toh, sang leader tidak pernah berbohong padanya… jadi Tao berjalan sendirian menuju resto china yang ada di dekat gedung SM Entertaiment. Seorang pelayan menghampirinya dan menanyakan pesanannya, Tao menjawab pertanyaan sang pelayan dengan bahasa China, pelayan itu nampak kebingungan dan kembali menuju ke dalam dapur memanggil pelayan lain yang sekiranya bisa bahasa China.

Tao menghela nafas, dirinya merasa asing dan sendirian. Tidak ada yang bisa mengerti keinginan dan kata-katanya. Memang hal ini tidak berlaku ketika berada di dalam dorm atau SM Entertaiment, karena di sana banyak yang bisa bahasa China, hanya saja Korea memang begitu berbeda dengan China dan ini terkadang membuatnya merindukan rumah atau bisa dibilang homesick.

Seorang pelayan kembali lagi, kali ini pelayan itu bisa berbicara dalam bahasa mandarin. Pelayan itu minta maaf dan menanyakan pesanan Tao, pemuda berambut sehitam malam itu tersenyum dan memesan sebuah teh herbal, memutuskan untuk tidak makan dulu sebelum sang leader datang.

“Sudah lama?” tanya Kris ketika melihat Tao menyesap teh herbalnya dengan pandangan kosong. Kris menarik sebuah kursi untuk duduk tepat berhadapan dengan Tao. Tao menggeleng, kemudian meletakan tehnya di atas meja, “Tuijang mengambil apa?”

Kris tersenyum dan memberikan kantung plastik ke maknaenya itu. “Ini agar kau bisa berbahasa Korea.”

Tao membuka kantung plastik kresek itu, “Kaset drama?” ujarnya bingung sambil menatap sang leader dengan wajah yang seakan berkata ‘serius-nih-?’

Di dalam kantung plastik itu berisi beberapa kaset drama Korea yang cukup terkenal seperti Full House, Boys Over Flowers dan Princes Hours.

Kris tertawa melihat tampang cengok maknaenya itu, “Tentu saja. Kau pikir aku mengerjaimu?” tanya pemuda berambut pirang itu, Tao menatap kumpulan kaset drama di tangannya dengan wajah ragu. “Di drama itu banyak percakapan sehari-hari, jadi lebih mudah untuk kau pelajari dari pada kau membawa kamus Korea-China kemana-mana.” Jelas Kris. Tao mengangguk paham sambil ber’oh’ ria.

.

.

Keesokan paginya, anggota EXO kembali berkumpul di gedung SM Entertaiment. Semakin dekat tanggal untuk debut, maka semakin gila-gilaan pula latihan mereka. Lay dan Kai sedang melakukan latihan dance untuk teaser yang berbackground lagu Two Moons, Lu Han dan Chen berlatih vokalnya dalam menyanyikan lagu What is Love yang lumayan sulit karena banyak nada tinggi, sedangkan sang leader sedang melatih rapnya bersama Chanyeol (Baekhyun terus saja menempel pada Chanyeol saat latihan sehingga cukup mengganggu juga). Di pojok ruangan, Tao sendiri melatih gerakan wushu-nya agar lebih sempurna.

Kris memutuskan untuk meninggalkan Chanyeol dengan Baekhyun yang dari tadi terus saja menempel ketika mereka berdua sedang latihan rap. Sedikit banyak Kris iri juga melihat pasangan ChanBaek yang gosipnya mereka berdua sudah jadian. Kris melangkah menuju Tao yang sedang serius melatih tendangannya untuk syuting taser dengan lagu yang berjudul Metal, kata manager-Tao disuruh untuk melakukan gerakan yang cukup sulit seperti bermain pedang, dan tendangan dengan lompatan sekaligus.

Kris jadi kagum dengan bakat dan kesungguhan sang maknae itu, Tao sama sekali belum menghentikan latihannya meskipun dahi dan lehernya mulai bercucuran peluh, bahkan Tao tidak menyadari sedikit pun keberadaan sang leader yang dari tadi sedang menatapnya latihan.

Ketika musik berhenti untuk yang kesekian kalinya lah Tao baru menghentikan latihannya dan terduduk karena lelah.

“AH!!” Jerit Tao kaget setengah mati saat stiba-tiba dirinya merasakan hawa dingin minuman yang diletakkan di lehernya.

Kris terkekeh melihat ekspresi Tao yang menurutnya lucu itu, lalu menyodori sang maknae dengan sebotol susu pisang dingin. “Lelah?” tanya Kris saat melihat pemuda bermanik kelam itu masih terduduk dengan nafas terengah.

Tao mengangguk, tidak mengatakan apa-apa karena belum bisa mengatur nafas sepenuhnya. Pemuda bermanik kelam dan berambut hitam itu membuka penutup botol pisang itu, kemudian meneguknya dengan cepat hingga tersisa separuhnya. Tao sendiri memperhatikan sang leader juga meminum minumannya sendiri dengan pelan. “Tuijang tidak membeli untuk yang lainnya juga?” tanya Tao sedikit heran, biasanya sang leader akan membeli untuk beberapa teman mereka yang lain.

Kris terdiam sebentar, berhenti meneguk susu pisang yang ada di tangannya. “Iya juga, ya? Aku lupa…” ucap Kris lirih sambil mengacak rambut pirangnya sendiri.

Tao memandang leader grupnya dengan pandangan bingung. Seakan mengerti tatapan mata Tao yang seperti bilang ‘maksudnya?’, Kris menjelaskan, “Sejak tadi aku melihatmu latihan, dan ketika melihatmu kelelahan, aku hanya ingin membeli minuman untukmu, entah kenapa aku lupa membelikan minuman untuk yang lainnya.” Ucapnya jujur.

Pipi Tao memerah, pemuda berambut hitam kelam itu mengalihkan pandangannya agar tidak bertatap mata dengan sang leader.

“Oh iya, apa kau sudah melihat kaset drama yang kuberikan padamu?” tanya Kris mengisi keheningan yang sempat menyelimuti keduanya.

Tao mengangguk antusias, “Iya, sudah kulihat beberapa. Ternyata bahasa Korea tidak begitu membingungkan.” Ujarnya dengan wajah senang.

Wajah Kris pun turut ikut cerah karena ucapan Tao. “Benarkah, syukurlah kalau begitu…” ucap Kris cukup lega.

“Aku juga bisa menyapa orang lain dengan bahasa Korea, loh… mereka semua sampai speechless saat aku menyapa mereka.” Ucap Tao, wajahnya nampak bersemangat dan senang.

Kris tersenyum, “Kalau begitu coba sapa aku…”

Tao mengangguk, menarik napas kemudian berkata,

Kris-oppa, anyeonghasehyo!” ucap Tao bersemangat. Kris menatap pemuda kelahiran China tersebut dengan pandangan ‘What-the-hell?’.

Kris terdiam sejenak kemudian berpikir keras, “Tao, jangan bilang kalau kau menyapa anggota lainnya dengan sapaan yang sama.”

Tao mengangguk dengan wajah bingung, “Waeyo, Kris-oppa?” tanya Tao kali ini menggunakan bahasa Korea lagi yang malah membuat Kris ingin pingsan. Mungkin benar kata pepatah, belajar tanpa guru hanya akan membuatmu makin tersesat.

Kris jadi mengerti kenapa anggota lainnya pada speechless ketika mendengar sapaan Tao. Pasti teman-temannya itu tidak berani menyinggung Tao karena bahasanya salah, jadinya mereka hanya diam dan tidak mengingatkan.

“Memanggilmu dengan bahasa Korea ternyata menyenangkan juga, gege! Eh, apa mulai sekarang aku panggil Kris-oppa saja ketimbang Tuijang?” cerocos Tao.

Kris tahu jika Tao tidak sengaja memanggil dirinya dengan panggilan oppa dan hal itu adalah sebuah kesalahan bahasa, tapi kenapa Kris malah senang? Kris mengacak-acak rambut Tao, sang leader menyadari apa yang telah membuatnya tertarik pada material arts boy yang ada di hadapannya ini.

Tao itu begitu polos, terus terang, optimis, pekerja keras sekaligus pantang menyerah. Retina hitam kelam itu telah berhasil menarik Kris ke dalamnya, tidak heran dirinya sama sekali tidak menolak atau pun mengeluh saat sang manager menyuruhnya menjadi pembimbing Tao dalam bahasa Korea. Tao sendiri tidak pernah perotes atau terus-terusan menjadikan dirinya sebagai transslator. Walaupun Kris sendiri tidak pernah menolak saat Tao menggeretnya kesana kemari untuk menemaninya.

Oppa?” tanya Tao bingung melihat Kris yang terus tersenyum padanya.

Kris memeluk Tao, mengacak rambutnya sayang, membuat pipi sang maknae memanas karena sikap sang leader yang berubah begitu drastis.“Jangan panggil anggota lainnya dengan panggilan yang kau ucapkan tadi, kau hanya boleh memanggilku dengan sebutan itu…” ucap Kris sambil memeluk Tao possesif. Tao menatap Kris bingung, tapi sama sekali tidak menolak atau pun protes.

Kris masih memeluknya erat, membuat jantung Tao seakan meledak. Sang material arts boy itu menarik napas kuat-kuat membulatkan tekadnya, “Sebenarnya tuijang, aku mempelajari kosakata lain lagi…” ucap Tao pelan, tapi cukup untuk dapat didengar oleh Kris.

“Apa itu?” tanya sang leader penasaran.

Tao mendekatkan bibirnya di telinga Kris, dan berbisik pelan,

“Sarangheyo, chagi…”

.

.

FIN

.

.

A/N:

Akhirnya fic ini selesai, setelah stuck selama beberapa hari di otak. Oh, iya ini fic pertama hima tentang EXO, lho! Niatnya bikin fic dengan pair ChanYeol X Baekhyun X Sehun. Ya, niatnya bikin fic 3some rated M… tapi entah kenapa fic ini lebih cepet selesai, dan waktu ngetiknya pun lebih gampang.

Kedepannya mungkin hima akan lebih sering publish fic non SuJu di sini, karena hima lagi mau coba-coba eksperimen dan sepertinya EXO itu sasaran yang cukup asik, soalnya anggota mereka banyak! #TerbangKeImajinasiSendiri

Oke, segitu aja curcolnya~! Semoga fic ini tidak mengecewakan dan membuat kalian yang belum suka sama EXO, jadi suka dan penasaran sama mereka. Hehehe, asal jangan suka sama Tao dan Baekhyun aja, mereka berdua bias Hima sih… *siapa tanya?*

Sampai jumpa pada fic Hima yang lainnya~!!

.

.

.

.

Don’t leave without Review!!😄

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 30, 2012 in EXO, Oneshoot

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: