RSS

[FF] Loving It!!

30 Apr

Loving It

By: Himawari Ichinomiya

Inspired: Ryeowook-Insomnia

Pair: YeXMinXHae (3some)

Gendre: Friendship(?), Family(?), Yaoi.

Summary:”Belajarlah untuk menyukai apa yang kau benci, Hae.” Ujar Yesung menasehati. SMEnt mengadakan Konser di Jepang. Namun, kenapa di sana Donghae harus satu kamar dengan Sungmin?! Yah, ini semua memang karena Yesung.

Warning: Fic ini mengandung OOC, Typos, Yaoi (maleXmale), Lemon (NC 21) dan berbagai hal tidak jelas lainnya. Jika masih dibawah umur, atau tidak kuat baca, silahkan meninggalkan fic ini, sebelum memaki-maki Hima.

.

-Don’t like? Don’t Read!-

~Enjoy~

.

Donghae sama sekali tidak bisa menyembunyikan raut kesalnya. Matanya melirik tidak suka ke arah Sungmin yang kini sedang membereskan pakaian dan semua barang pink miliknya. Ya, kejadian lama terulang kembali, dirinya harus sekamar dengan Sungmin. Ya, ini semua karena Yesung-hyung!

.

-Beberapa Jam yang lalu-

.

SMEnt mengadakan event SMEnt Town di Jepang, tepatnya di Tokyo Dome. Itulah sebabnya seluruh anggota SMEnt, dari TVXQ, SNSD, F(x), Miss A, TRAX, SHINee, dan tentu saja Super Junior kini berada di gedung olahraga pusat kota Tokyo tersebut. Semua nampak sibuk dengan berbagai persiapan menjelang konser beberapa hari lagi.

Kyuhyun, Ryeowook, Jonghyun, dan Sungmin sepertinya sedang berlatih vocal. Yunho, Leeteuk, Shindong dan Eunhyuk heboh menyusun koreografer tarian dan mengatur penempatan penari latar. Sedangkan Kru-kru yang lainnya, heboh dengan kostum, pencahayaan panggung, dan fasilitas seperti sound system atau sebagainya.

Namun, yang terlihat paling sibuk (sibuk sendiri) sepertinya adalah Yesung. Namja yang termasuk lead vocal nomor satu Super Junior itu sibuk mengecek perlengkapan kostum, memberikan masukkan pada kru panggung soal penempatan posisi menyanyi, memastikan lengkapnya anggota lain, dan mempersiapkan diri untuk konfrensi pers.

Donghae jadi geleng-geleng kepala sendiri melihat Hyung yang memiliki predikat berkelakuan aneh tersebut mondar-mandir kesana-kemari. Sedangkan dirinya sendiri masih bisa selca dengan Minho, lalu meng-uploadnya pada Twitter via iPhone. Sebenarnya tidak heran, sih jika sekarang Yesung manjadi super sibuk. Karena sedikit-demi sedikit, Yesung mulai mengambil alih tugas Leeteuk, agar bisa siap menjadi leader pengganti, pada saat sang angel without wings benar-benar pergi wamil tahun depan.

Setelah semua persiapan dirasa cukup selesai, aktris-aktris SMEnt diperbolehkan pergi ke hotel untuk beristirahat. Namun, keesokan harinya masih harus latihan geladi resik untuk konser besok lusa. Member Super Junior mengenakan van besar mereka untuk berangkat menuju hotel berbintang lima yang jaraknya tidak begitu jauh dari Tokyo Dome.

Seperti yang diperkirakan oleh semua anggota SMEnt, hotel tempat mereka menginap sudah ramai dipenuhi oleh para fans yang berteriak histeris, dan memanggil-manggil nama mereka. Sebenarnya, Donghae cukup suka dengan pemandangan fans yang seperti ini. Bukannya sombong atau bagaimana, sang fishy selalu merasa nyaman saat merasa banyak orang yang mencintainya dan mengaguminya. Jadi dirinya tidak pernah lupa untuk memberikan senyuman terbaiknya pada para ELF, dan memberi beberapa tanda tangan untuk fans yang beruntung.

Sampainya di lobby hotel, Yesung-hyung (yang lagi-lagi mengambil alih tugas Teukie-hyung) membagi kamar setiap member. “Wookie-ah, kau satu kamar dengan Kyuhyun. Hyuk, kau satu kamar dengan teukie-hyung. Shindong, kau satu kamar denganku. Lalu terakhir, Hae, kau dengan Sungmin.”

Oh tidak!

Tidaaakk!!!

“Hy-hyung, apa tidak bisa di rubah?! Kau tau ‘kan, kalau aku… paling tidak bisa… dengan Sungmin-hyung…” ujar Hae terputus-putus gugup, karena tidak ingin menyinggung Sungmin. Bagaimanapun, namja pinky itu tetap hyungnya.

Sudah rahasia umum, jika Donghae sangat anti dengan barang-barang pink milik Sungmin. Dirinya ini juga anti dengan segala hal girly, serta sikap aegyo. Dulu dirinya memang pernah satu kamar dengan Sungmin, namun beberapa bulan kemudian sang penggemar nemo itu langsung minta pindah kamar dengan Eunhyuk atau Leeteuk. Matanya sungguh sakit, melihat segala hal berwarna pink yang Sungmin kenakan.

Yesung menggeleng tegas, “Kau tidak bisa bersikap egois begitu, Hae.” Ujarnya serius, “Kau harus belajar menyukai hal yang kau benci, mulai sekarang. Karena sebagai tim, kita harus menerima segala kekurangan dan kelebihan member yang lainnya…” lanjutnya menjelaskan.

“Ta-tapi, aku dan Eunhyuk ‘kan pasangan, jangan pisah kami!” ujar Hae masih belum terima dengan keputusan Yesung.

“Tidak. Tidak ada perotes, tidak ada perubahan!” ujarnya tegas, sedangkan terdengar helaan napas dariku juga Kyuhyun.

.

.

Donghae kembali melirik Sungmin yang bersenandung ceria sambil memilah-milah pakaian yang akan dikenakannya besok. Dan seperti yang Donghae kira.

Pink.

Dimana-mana.

“Hufft…” namja penggemar nemo itu menghela napas panjang. Dirinya harus membiasakan matanya dari warna mencolok syaraf itu untuk beberapa hari kedepan. Atau setidaknya hingga SMEnt Town ini selesai.

Donghae hanya menatap televisi dengan pandangan kosong, sesekali melirik ke arah Sungmin yang sedang sibuk sendiri dengan barang-barangnya. “Hae, kau sudah makan malam? Aku tidak melihat kau makan sama sekali hari ini. Lebih baik pesanlah makanan…” ujar si hyung.

“E-eh? Apa hyung?” ujarnya tidak begitu memperhatikan perkataan Sungmin.

Sungmin menghela napas sabar, “Apa kau sudah makan malam? Lebih baik kau memesan makanan sekarang…”

Baik, sebenarnya Sungmin memang sama sekali tidak pernah bersikap buruk pada Donghae. Hanya saja si fishy sendirilah yang merasa tidak nyaman dengan segala hal girly dan aegyo yang selalu menyertai Sungmin setiap saat.

“Ung, aku belum makan sih…” jawab Hae sekenanya, karena bingung harus menjawab seperti apa lagi.

Sungmin menunjukkan raut wajah cemas, “Sebaiknya kau makanlah… Besok kita ada jadwal padat. Lebih baik kau makan…”

Donghae jadi merasa bersalah sendiri dengan sikap baik Sungmin sekarang… Selama ini Donghae selalu menjaga jarak dengan Sungmin, dan berusaha menjauh setiap kali ada urusan dengan sang pinky bunny. Diam-diam sang fishy jadi mengerti mengapa Yesung-hyung menjadikan keduanya dalam satu kamar. Hal ini pasti karena si pemilik dadangkoma itu ingin hubungannya dengan Sungmin.

Donghae merundukkan kepalanya, hingga rambutnya menutupi sebagian wajah. “Hyung…”

“Hmm? Waeyo?” Balas Sungmin heran.

“Mian, selama ini selalu bersikap buruk padamu…” ucap Donghae menyesal.

Sungmin tersenyum, kemudian berjalan mendekat ke arah Donghae, dan duduk di sampinya. “Tidak perlu meminta maaf. Setiap orang punya sesuatu yang dibencinya…” ujar si bunny maklum. Tangannya mengacak surai madu Donghae.

Sang penggemar karakter Nemo itu tiba-tiba memeluk tubuh mungil Sungmin. Sang hyung pun sebenarnya merasa sangat terkejut atas sikap Donghae yang tiba-tiba memeluknya. Namun dirinya lebih memilih diam dan membalas pelukan sang dongsaeng. “Mianhe, Minnie-hyung…” gumam Donghae sekali lagi. Sungmin hanya tersenyum dan mengangguk sebagai responnya.

Donghae sangat merasa bersalah. Mengapa dirinya begitu kekanak-kanakan dan tidak menerima kekurangan Sungmin? Seharusnya sebagai grup, semua harus menerima kekurangan dan kelebihan member lainnya. Seperti Kyuhyun yang penggila game, dan Eunhyuk yang koleksi video yadongnya sangat lengkap.

“Hyung… biar aku tebus salahku selama ini…”

“Eh?” Sungmin bingung dengan ucapan Donghae. Namun penggemar pink itu membeku saat Donghae mulai memegang wajahnya dan mengecup lembut kelopak matanya. Seperti yang biasa Kyuhyun lakukan. “Ha-hae?” Ujar Sungmin tercekat.

Donghae makin menciumi bagian wajah Sungmin yang lembut, “Mian…” gumamnya, setiap kali mengecup wajah Sungmin. Bibir Donghae bergerak turun, mulai mengecup bibir mungil Sungmin lembut. Namun lama-lama si fishy makin memperdalam ciumannya. Lidahnya bergerak masuk ke dalam rongga hangat mulut Sungmin. Mengecap segala rasa manis yang ada di dalamnya.

Kalau boleh jujur, Donghae jadi mengerti kenapa si evil maknae jadi begitu betah bersama dengan si bunny hyung satu ini. Di sisi lain, Sungmin sedikit bergetar menerima sentuhan-sentuhan bibir lembut Donghae. Tidak ada yang menyentuhnya begitu intim, selain Kyuhyun.

Sentuhan Donghae serasa begitu berbeda. Terasa aneh, lembut dan memabukkan di saat yang bersamaan. Sungmin sama sekali tidak bisa menolak, saat Donghae memperdalam ciumannya, menghisap-hisap saliva dari dalam mulutnya.

“Mmmmh… Hhhh…” desah sang hyung saat Donghae mendorongnya ke atas kasur, tentu saja tanpa melepas ciumannya. Sekarang posisi Donghae menindih tubuh mungil Sungmin. Si fishy begitu hanyut dalam ciumannya. Bibir Sungmin menurutnya terasa sangat manis dan lembut. Membuatnya tidak bisa menghentikan lumatannya.

Sungmin sendiri sama sekali tidak dapat menolak pesona seorang Lee Donghae. Lama-lama, si penggemar pink itu mulai membalas ciuman sang dongsaeng. Tangannya melingkar ke leher Donghae, dan sesekali memiringkan wajahnya untuk mempermudah akses lumatan keduanya.

Tangan Donghae juga tidak bisa tinggal diam, tangannya mulai membuka kancing kemeja Sungmin. Membuat tubuh bagian atas namja yang lebih tua darinya itu terlihat. Mata cokelat Donghae, sesekali melirik ke arah perut Sungmin yang sedikit memiliki abs, tangannya menyentuh abs Sungmin, membuat sang hyung sedikit terkikik geli di sela ciuman mereka.

Puas membelai perut Sungmin, Donghae menggerakkan tangannya menuju puting Sungmin. Kemudian mencubit dan memilin tonjolan pink mungil itu dengan ibu jarinya. “Mmmmhh… Haehh…” gumam Sungmin penuh kenikmatan.

Setelah merasa pasokan udara di dadanya menipis, sang fishy segera melepaskan pautan bibirnya. Sungmin masih terengah-engah, matanya separuh terbuka, dan pipinya memerah karena sentuhan Donghae di sekitar titik sensitifnya. “Hhhh… Hhh..”

Merasa sang hyung masih terengah-engah, Donghae menggerakkan lidahnya, dari permukaan bibir Sungmin, turun ke leher, sesekali mengecup adam apple sang namja lebih tua. Lidahnya kembali bergerak turun, menjilat puting mungil milik Sungmin yang sudah menegang gara-gara gerakkan tangannya tadi.

“A-Haa….h…hhh….” Sungmin mendesah tertahan, saat lidah donghae menjilat memutari puting sebelah kanannya. Tangan kanan si dongsaeng memilin-milin putting yang satunya dengan ibu jarinya. Sesekali jari nakalnya mencubit dan memelintir titik sensitive itu, membuat Sungmin harus memejamkan mata dan mendesah keras. Tangan Kiri Donghae mulai menurunkan lesreting celana Sungmin, dan menyelipkan tangannya di dalam sana.

“Haa-Ah!! Ha-hae…. Uhhh…” tangan Sungmin mencengkram pundak Donghae erat, saat tangan kiri sang dongsaeng memanja miliknya yang sudah separuh menegang di bawah sana. Donghae menikmati segala desahan Sungmin, bibirnya kini menghisa-hisap puting sang hyung, bagai bayi yang kelaparan. Kedua tangannya tidak berhenti memilin ujung putting serta kejantanan Sungmin. Hal ini tentu saja membuat sang pinky bunny memejamkan matanya penuh nikmat.

Donghae menyudahi lumatannya pada nipple Sungmin, lidahnya bergerak membelai perut Sungmin yang sedikit memilikki abs. penggemar kelinci itu hanay terkikik kecil merasakan lidah basah sang dongsaeng membelai abs serta pusarnya. Namun tawa kecil itu menghilang dan digantikan oleh desahan, pada saat Donghae melepaskan seluruh celana Sungmin, membuat sang hyung telanjang sempurna, kemudian langsung melumat kejantanan si pinky boy yang sudah meneteskan cairan-cairan pre-cum.

“Ahhhh!!! Ahnnn!!!” Sungmin mendesah, tangannya mencengkram bedcover. Donghae menjilat batang kejantanannya dari ujung hingga sampai ke bola kembar di bawahnya. Lidah hangat dan basah itu memutari kepala kejantanan Sungmin, dan sesekali menghisap pelan pada lubang kecil tempat keluarnya cairan bening nan lengket itu.

“Mmmmhh… Minnie-hyung…” gumam Donghae saat memasukkan seluruh kejantanan mungil Sungmin ke dalam mulutnya yang basah dan hangat. Tangannya meremas-remas sekaligus memainkan bola kembar dibawahnya.

“Ha-hae… Agghhh…Hahhhh….” Sungmin mendesah penuh kenikmatan. Tangannya mengacak-acak rambut Donghae, sedikit memaksa sang dongsaeng memperdalam kulumannya. Donghae sama sekali tidak keberatan. Justu permintaan ini sangat menyenangkan. “Ha-hae… Hhhh… A-aku mau ke-keluarh…”

Donghae makin mempercepat tempo kocokan tangannya pada twin balls Sungmin, sekaligus menaik-turunkan kepalanya, membuat ujung kejantanan Sungmin bergesekkan dengan giginya. “Hae…. Aggghhh….” Sungmin menyemprotkan spermanya ke dalam mulut Donghae. Si fishy dengan senang hati menelannya, mata cokelatnya melihat sungmin.

Sungguh betapa indahnya pemandangan di depannya sekarang, sang hyung kini terbaring dengan tubuh telanjang, napas terengah-engah, matanya terbuka separuh, dan jangan lupakan bibirnya yang memerah serta kejantanan mungilnya yang masih basah.

Donghae beranjak dari kasur, kemudian melepas segala pakaian yang melekat pada tubuhnya. Yah, tentu saja untuk melanjutkan ke tahap berikutnya…

.

.

Yesung baru saja menyelesaikan beberapa urusan seperti jadwal kegiatan SM Town besok, serta beberapa kegiatan khusus untuk member Super Junior lainnya, seperti pemotretan majalah dan konfrensi pers. Sekarang sudah pukul sebelas malam, pasti para member lainnya sudah tertidur nyenyak di atas kasur hotel bintang lima yang empuk.

“Hhhh…” Yesung menghela nafas panjang, sungguh berat memang tugasnya menggantikan Leeteuk yang tahun depan pasti akan berangkat wamil. Dan dirinya harus terbiasa mengemban tugas berat seperti ini. Yesung jadi mengagumi Leeteuk yang sukses menjadi seorang leader selama ini, tidak disangka jika tugas leader ternyata berat.

Ngomong-ngomong dengan tugas berat, Yesung jadi teringat dengan pembagian kamar yang dilakukannya beberapa jam yang lalu. Pemilik dadangkoma itu sadar jika diriya sudah menceraiberaikan para pasangan. Dan terutama yang paling ekstrim adalah memasangkan Sungmin denga Donghae dalam satu kamar. Memang tujuannya baik, sih… agar keduanya bisa akrab. Terutama Donghae yang sangat anti dengan warna pink juga sikap aegyo Sungmin.

“Apa dua orang itu bisa akur, ya?” gumam Yesung dalam hati. Dirinya merasa sangat khawatir. ‘Jangan-janga dua orang itu sudah saling bunuh dan memutilasi…’ batin Yesung hiperbola. “Lebih baik aku pergi ke kamar mereka …” gumamnya pelan, kemudian melangkahkan kakinya ke arah kamar Sungmin dan juga Donghae.

Tangannya memegang knop pintu. Untung saja Yesung selalu meminta kunci serep setiap kamar hotel para anggota lainnya pada sang manager. Yesung menggesekkan kartu pada knop pintu, kemudian membuka pintu kamar hotel Sungmin dan Donghae.

“O-OMO!!!” Jeritnya tidak percaya. Yesung melihat Sungmin yang telanjang bulat pasrah di bawah tindihan Donghae yang sudah telanjang juga. Bau aneh yang tidak begitu asing masuk ke dalam indra penciuman Yesung.

Bau sperma.

Donghae dan Sungmin menatap Yesung dengan pandangan kaget, keduanya saling bertatapan, kemudian langsung tersenyum penuh misteri.

Yesung merasakan gelagat tidak benar dari dua dongsaengnya itu. Namja berjuluk ‘art voice’ itu kemudia membalikkan tubuhnya, berusaha kabur dari Donghae dan Sungmin. Namun terlambat. Sungmin sudah memegang tangan kirinya, sedangkan Donghae sudah memegang lengan kanannya.

“Mau kemana, hyung~?” ujar Sungmin dengan wajah dan nada aegyonya yang sesungguhnya terdengar begitu horror di telinga Yesung saat ini.

“Ka-kalian, lepaskan aku!” ujar Yesung tidak nyaman. Keduanya makin menggeret tubuh Yesung kea rah kasur.

Donghae dan Sungmin tersenyum ganjil ke arah sang namja berjuluk ‘Art Voice’ tersebut, “Kami hanya memberikan sedikit hadiah pada Sungie-hyung untuk usahanya membuat hubunganku dengan Minnie-hyung membaik…” ujar Donghae dengan senyuman ‘charming’nya.

Yesung sendiri Cuma memasang wajah tidak mengerti. Dari pengelihatan matanya tentang penampilan Sungmin dan Donghae yang bisa dibilang hampir naked, sepertinya ini bukan pertanda baik. “Ka-kalian , sedang apa tadi?” ujarnya dengan wajah tidak percaya.

Sungmin tersenyum aegyo, “Tidak perlu tau, kami hanya ingin memberi hyung sedikit hadiah.” Ujarnya penuh misteri.

“Dan yang pasti, ‘tidak terlupakan’…” Sambung Doghae.

Sungmin dan Donghae menarik sang hyung dan mendorongnya hinnga terjatuh ke atas kasur ukuran super besar itu. Yesung hanya menatap Donghae dan Sungmin dengan pandangan horror, saat si penyuka warna pink mulai melepaskan kemeja kotak-kotaknya, sedangkan Donghae mulai menurunkan lesreting celana milik Yesung juga.

‘Ddangkoma, Koming, Choco, Beckham, Heebum, semuanya tolong akuuuuu!!!’ batin Yesung ketakutan.

Sungmin mendekatkan wajahnya dengan wajah Yesung, “Terimakasih, Hyung… Aku tahu jika kau yang membuatku sekamar dengan Kyuhyun selama ini.” Ujarnya sambil tersenyum manis, bibir mungil si bunny mendekat dan mengecup lembut bibir Yesung, menekan bibirnya secara perlahan.

Yesung bisa merasakan jika bibir Sungmin sangat lembut, hampir seperti gula-gula manis. Namun rasanya lebih maskulin dan sedikit memaksa.

Di sisi lain, Donghae sudah melepaskan celana Yesung seluruhnya. Bahkan, termasuk boxernya. “Yesung hyung… Aku berterima kasih, karena kau mau bertukar kamar denganku. Berkat kau, aku bisa sekamar dengan Teukie-hyung. Padahal seharusnya kaulah yang sekamar dengannya.” Ujar Donghae, sambil mengecup pangkal paha Yesung, membuat sang hyung memejamkan mata karena sensasi aneh yang membuat seluruh tubuhnya terasa panas.

“Hhhh…. Hae…. Sungmin… Uuuhh…Khhh…” Yesung mulai membuka matanya perlahan, manik kelamnya disuguhi pemandangan erotis, saat Sungmin asyik menghisap-hisap lehernya, menciptakan banyak tada kemerahan. Sedangkan Donghae mulai menjilat ujung kejantanan Yesung, kemudian mulai membuka mulutnya, dan mengemut kejantanan sang hyung.

Yesung merasakan tubuhnya bergetar, saat Sungmin mulai memainkan jemarinya, di bagian perut si namja berjuluk art voice tersebut. Kenikmatan itu berlipat ganda, ketika Donghae memainkan lidahnya di ujung kejantanan Yesung di dalam mulutnya. “Hhhhh…. Uuuugghhh… Kkhhh…”

Kejantanan Yesung semakin lama semakin terasa berdenyut-denyut dan panas. Sungmin bergerak turun, Donghae masih sibuk sendiri dengan kegiatannya, membalut kejantanan Yesung yang menegang dengan lidah basahnya. Si bunny pink menggerakkan bibirnya turun, mengemut dua bola kembar di bawah kejantanan Yesung yang sudah menegang. “Nghh…. Huuu-Uuuuh….”

Sungmin menjilat, menghisap-hisap, dan menggigit kecil testis Yesung, membuat sang Art voice mengeluarkan suara yang tidak koheren. Donghae sendiri mulai menggerakkan kepalanya naik turun, membuat batang kejantanan Yesung bergerak cepat, dan bergesekkan dengan giginya. Dua hal yang dilakukan oleh dongsaengnya ini tentu membuat tubuhnya seakan terbang ke nirwana.

“Haaaghhh… A-aku… Hhhhh… Keluar!!” Yesung memejamkan matanya rapat, Ujung kejantanannya terasa sangat panas, saat sebuah cairan putih lengket menyembur kuat, ke kerongkongan Donghae. Sang Fishy terdiam sejenak, menunggu Yesung selesai dengan orgasmenya. Setelah dirasanya cairan Yesung sudah keluar semua, Donghae melepaskan mulutnya dari milik Yesung, menciptakan suara ‘plop’ pelan, kemudian mendekatkan bibirnya dengan bibir Sungmin, membagikan cairan milik Yesung ke dalam mulut sang hyung yang sangat menyukai pink tersebut.

Donghae dan Sungmin kembali menyatukan bibir mereka. Si Fishy menggerakkan lidahnya, mendorong separuh cairan Yesung di dalam mulutnya ke dalam rongga mulut Sungmin, tentu saja agar bisa menikmati cairan kenikmatan milik sang Art voice bersama.

“Nnngh….”, Sungmin dengan senang hati membuka mulutnya lebar, lidahnya menggapai ujung lidah Donghae, membantu sang dongsaeng untuk membagi cairan milik Yesung. Sedikit permainan lidah dari Donghae membuatnya senang, di bawah sana kejantanan mereka yang menegang saling bergesekan satu sama lain.

Yesung sendiri merasa tubuhnya kembali panas, saat melihat Donghae dan Sungmin saling memindahkan cairan spermanya seperti orang kehausan, cairan putih miliknya sempat menetes di antara celah bibir Donghae dan Sungmin.

Si bunny pink dan fishy melepas pautan bibir mereka, napas mereka terengah-engah. Namun tubuh mereka masih saling menempel, membuat kejantanan dan nipples mereka saling bergesekkan. Menciptakan friksi yang tidak bisa dijelaskan oleh lagi, belum lagi keringat dan tetesan pre-cum yang membuat tubuh keduanya semakin lengket dan berbau khas.

“Uuh-hu… A-akkh…. Hhhh…” Sungmin mendesah, miliknya mengucurkan air pre-cum semakin banyak. Sebelum keduanya orgasme, dua dongsaeng itu menghentikan aksinya. Kembali berjalan mendekat ke arah Yesung.

“??”

Mata Yesung terbelalak, saat Sungmin mengemut jarinya sendiri, kemudian mulai memasukkan satu per satu ke dalam lubangnya. “Kkkkhh… A-aahh…”

Belum sempat Yesung merasa terkejut, Donghae sudah mendudukkan diri di atas dadanya, sehingga kejantanan sang fishy kini tepat berada di depan wajahnya. Yesung menggerakkan tangannya, mendorong tubuh Donghae lebih mendekat, membuat posisi sang fishy hampir menungging dengan posisi kejantanannya tepat di depan bibir sang art voice.

“Ha-aaahhh….” Donghae mendesah dengan memejamkan matanya, saat sang hyung mulai menjulurkan lidahnya, menjilat permukaan kejantanan Donghae yang meneteskan cairan pre-cum. Yesung bisa merasakan cairan asin mulai masuk ke ujung lidahnya. “A-akh…. Ye-yesung-hyung…. Hhhh…”

“Mmmmh…” Yesung sendiri mendesah di tengah kegiatannya mengulum kejantanan Donghae, kejantanan sang art voice serasa dijepit oleh lubang Sungmin yang rapat. “Nghhh….” Yesung makin memperkeras kulumannya, tangan sang hyung tidak tinggal diam, tangan Yesung mulai mendekat dan meraba pintu anal Donghae yang masih rapat.

“Haaa-aaah…. Uggghhh…. Ye-yesung-hyung… Hhhh…” Desah Donghae saat jari-jari Yesung bergerak masuk ke dalam lubangnya bergerak meliuk-liuk di dalam lubangnya yang basah dan erat. “Hhhh….”

“AAAAKKHHH…. Hhhhh… Uuughh….” Desah Sungmin saat kejantanan Yesung sudah masik seluruhnya ke dalam lubangnya. Si bunny pink terdiam sebentar, kemudian mulai menggerakkan badannya perlahan naik-turun. Sungmin memejamkan matanya, mulai menggerakkan tubuhnya lebih cepat. “Ha-aaahhhh…. Ssshhh…. Uuugghhh…”

“Jadi begini rasanya jadi Kyuhyun sekaligus Hyukkie di saat yang sama?” batin Yesung saat merasakan kejantanannya dijepit rapat oleh lubang Sungmin, mengulum serta melebarkan lubang Donghae. Dirinya merasa terbang ke surga, kejantanan Donghae yang terus menegang di mulutnya, lubang yang juga milik sang Fishy menjepit erat jarinya, serta lubang erat milik Sungmin yang terus bergerak, membuat ujungnya tepat menabrak prostat si bunny.

“A-aakkhhhh!!! Ummhhh… Hhhh… Ye-yesung… hhh… Hyuuung…” desah Sungmin saat menggerakkan tubuhnya ke atas, hingga nyaris membuat kejantanan Yesung terlepas dari lubangnya, lalu kembali bergerak turun secara ekstrim, sehingga kejantanan Yesung jadi tertanam sempurna dan kembali menumbuk prostatnya secara akurat.

“Ahhhh…. Hhhhh!! Ye-yesung-hyung!!” Desahan Donghae makin terdengar saat Yesung makin memperintens kulumannya, lalu menggerakkan kepalanya maju-mundur, membuat dinding-dinding batang kejantanan Donghae bergesekkan keras dengan gigi-gigi sang Art voice, menciptakan perasaan aneh yang membuat Donghae begitu did era kenikmatan.

“A-Aghhhh…. Huuu-uuuh….” Di sisi lain, Sungmin juga sangat menikmati kejantanan Yesung di dalam tubuhnya, meskipun dirinya harus berpuas hati untuk bergerak sendiri, mengingat Yesung sibuk mengulum kejantanan Donghae, tangan kanannya (tepatnya ketiga jarinya) sibuk keluar masuk dalam lubang sang fishy.

“Hmmmhh….” Walaupun dirinya yang paling capek, karena dadanya ditindih Donghae, dan Sungmin bergerak naik turun di kejantanannya (otomatis Yesung tertindih oleh dua lelaki). Namun tetap saja sang hyung lah yang paling mendapatkan kenikmatan. Mengingat di mulutnya ada kejantanan yang siap meledakkan cairan kenikmatan kapan saja, di jari-jarinya ada lubang ketat yang basah dan hangat, lalu jangan lupakan kejantanannya yang dimanja oleh Sungmin.

“A-akkhh… Ma-mau keluar…. Ugghh…” desah Sungmin yang makin bergerak cepat di atas kejantanan Yesung.

Hal ini tentu saja membuat sang namja tertua juga ikut mempercepat kulumannya, Membuat Donghae mendesah penuh kenikmatan, “Haa-aaghhh…. Uugghh… Yesung… Hhhh… Hyung…”

“Agghhhh… Ahhhh… Uuuhhh!!”

“Mmmhh… Ssshhh…”

“Ha-aghhh… Hhh…. Hhh…”

Entah siapa yang mendesah, mengerang, dan mendesis penuh kenikmatan. Semuanya berbaur menjadi satu dalam aura panas bercinta. Keringat dan bau anyir pre-cum memenuhi aroma dalam ruangan, membuat siapapun mabuk dan lupa diri.

Setelah beberapa tusukan, Sungmin berteriak keras, “HA-AAGHH!! HHH… Hyuuung!! Ugghhh!!” si bunny pink menyemprotkan cairan kenikmatannya tepat pada punggung Donghae.

“Uhhh!!! YE-YESUNG HYUNG!! AAAGGHH….!” Di saat yang hampir bersamaan, Donghae menyemprotkan miliknya ke dalam mulut Yesung. Sedangkan sang Hyung tertua menyemprotkan miliknya jauh ke dalam lubang Sungmin.

Dengan sisa kekuatannya, Sungmin mengeluarkan milik Yesung dari dalam lubangnya. Kemudian membaringkan tubuhnya yang khas dengan aura seusai sex di sebelah kanan Yesung. Begitu pula Donghae yang langsung memposisikan dirinya di sebelah kiri Yesung.

Ketiganya terengah-engah, penuh keringat dan berambut berantakkan. Namun hal inilah yang makin membuat mereka terlihat semakin sexy. “Hhh… Kenapa kalian melakukan ini?” tanya Yesung, dengan napas yang masih terengah-engah usai orgasme.

Sungmin dan Donghae tersenyum, “Aku dan Donghae sudah baikan. Dan ini berkat Sungie-Hyung…” ujar si bunny senang, dan membenamkan wajahnya di lengan Yesung.

“Dan inilah ucapan terimakasih dari kami…” Sambung Donghae, sambil ikut menyandarkan kepalanya di pundak Yesung.

Si turtle boy itu ikut senang, memeluk dua dongsaeng yang disayanginya itu lembut. Dirinya merasa begitu terbenam dalam cinta dan rasa sayang dari dongsaeng-dongsaengnya. ‘Mungkin, jadi seorang leader tidaklah buruk…’ pikir Yesung dalam hati, kemudian terbang ke alam mimpi dengan pelukkan dua dongsaengnya.

.

.

.

-FIN-

.

.

.

Uaaaaah!! Ternyata capek juga bikin fic 3some! Sebenernya, hima sudah pernah bikin 3some sebelumnya, lebih tepatnya di fandom anime… tapi karena merasa kangen(?) akhirnya hima bikin 3some lagi… :p (Hehehe)

Sebenernya, cerita ini didasari oleh kisah nyata, waktu SM Town di Tokyo, Sungmin sama Donghae dibuat satu kamar oleh Yesung, dan waktu Donghae protes, Yesung bales, “Kita ini tim, kau harus belajar menerima kekurangan dan kelebihan hyung-hyungmu.” Dan waktu malem, Yesung khawatir dengan keadaan Sungmin dan Donghae. Al hasil, dia mendatangi kamar keduanya dan tidur bertiga di sana.

Hehehe, maaf karena kembali dengan cerita yang nggak jelas, dan yang pasti tambah mesum. Buat ‘Not For Kids’, hima bakal update nanti. :9 (kalo inget) *DZIIGGHHH* Soalnya hima sudah kelas 3 SMA, jadi nggak bisa sering-sering bikin fic… *curhat*

Oke, sekian dari hima! Sampai jumpa di karya hima berikutnya!!😄

.

.

.

.

Review or Comment, Please!!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 30, 2012 in Oneshoot, Super Junior

 

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: