RSS

[EXO FF] Dream Come True (Chap 2)

12 Mei

Dream Come True?

Disclaimer: All This Chara isn’t mine.

Inspired: Into Your World-EXO

Rated : M

Gendre: Romance, Comedy.

Summary: Semua orang berharap mimpi mereka akan menjadi kenyataan, tapi sepertinya hal ini tidak berlaku untuk Baekhyun. Mimpinya yang menjadi kenyataan malah berbuah petaka! Memang Baekhyun mimpi apa, sih?

Pairing: Chanyeol – Baekhyun (Baekyeol).

Warning: Yaoi, Typo, OOC.

.

Don’t Like? Don’t Read!

Don’t FLAME! Don’t BASHING!

.

~Happy Reading!!~

.

\(o_o\)o0o(/o_o)/

 “HEI! BAEKHYUN-SSI!!” teriak Chanyeol dengan nada sedikit memprovokasi. Teman-teman sekelas memandangi Baekhyun dan Chanyeol yang sepertinya nampak bertengkar (walaupun sebenarnya tidak juga, sih), kedua sahabat Baekhyun-D.O dan Xiu Min sama sekali tidak melerai atau apa pun karena hal ini memang bukan perkelahian, hanya saja Chanyeolnya terlalu berapi-api.

“Jangan pergi kemana-mana!!” ujar Chanyeol yang menghentikan Baekhyun, sepertinya pemuda berambut kecokelatan itu hendak pergi keluar kelas untuk menghindarinya lagi. “Setidaknya… beri lah alasan masuk akal jika kau membenciku!!” lanjut Chanyeol.

Baekhyun menghela nafas, berusaha tidak memperpanjang masalah, “Tidak ada alasan, oke?” ucapnya tidak mau ambil pusing. Pemuda berambut kecokelatan itu langsung melengos keluar kelas.

GREP!!

Chanyeol buru-buru memegang pundak Baekhyun, “Tunggu!!”

Deg!

Deg!

Mata Baekhyun membulat saat tangan Chanyeol memegang pundaknya, sentuhan pemuda pirang itu terasa lembut, namun juga posesif dalam waktu yang bersamaan. Napas Baekhyun tiba-tiba memburu, sentuhan-sentuhan sensual dalam mimpinya kembali terbayang di kepalanya. Wajah Baekhyun tiba-tiba menanas.

“??” ,Chanyeol terperangah saat melihat wajah Baekhyun yang memerah.

BETS!

Baekhyun menapik pegangan tangan Chanyeol di pundaknya. “Tolong, jangan dekati aku lagi. Aku benar-benar tidak ingin terlibat masalah denganmu.” Ucapnya, buru-buru berlari sejauh-jauhnya dari Chanyeol.

Chanyeol sudah tidak sempat lagi menyusul Baekhyun yang sudah berlari secepat kilat hingga menghilang dalam padatnya koridor sekolah.

Baekhyun tidak mengerti, semakin dirinya menolak dan mengabaikan pemuda pirang setinggi tiang listrik bernama Chanyeol itu, justru semakin intens Chanyeol mendekatinya, menanyakan alasan mengapa dirinya membenci pemuda itu.

Namun, Baekhyun bukannya membenci Chanyeol… hanya saja, dirinya harus menjaga jarak dari pemuda itu. Jika Baekhyun dan Chanyeol semakin akrab, bisa-bisa dirinya akan benar-benar menjadi homo, menurutnya hal itu tidak akan terlalu bagus efeknya untuk diri Chanyeol juga. Bekhyun meruntuki nasibnya karena wet dream dengan Chanyeol sebagai ‘lawan mainnya’, sebenarnya bagaimana bisa dirinya memimpikan Chanyeol? Padahal kenal saja tidak!

Apa jangan-jangan ini adalah sebuah takdir? Aekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha menghilangkan pemikiran tidak logis tersebut.

‘Tapi… sentuhan Chanyol tadi…’ tanpa sadar, Baekhyun terpejam dan memegang pundaknya. Napasnya makin memburu, tubuhnya terasa lemas dan tegang dalam satu waktu. Sedikit sentuhan Chanyeol saja sudah membuat tubuhnya lumpuh, bagaimana jika… Baekhyun buru-buru menggelengkan kepalanya, membuang pikiran-pikiran buruk yang ada di benaknya. Sepertinya masalah akan menjadi semakin berat.

.

“Kenapa kau melakukan itu? Kau malah membuatnya semakin marah.” ujar D.O yang melihat Chanyeol bertopang dagu dengan wajah lemas di bangkunya. D.O dan Xiu Min mendekati pemuda berambut pirang acak-acakan dengan tinggi menjulang itu.

“Aissh!! Aku tidak tahu harus bagaimana lagi, sih…” ucap Chanyeol dengan wajah kusut.

“Tapi… ketimbang marah, Baekhyun lebih terlihat menghindarimu. Dia mengucapkan kata-kata kasar agar kau tidak mendekatinya lagi, Chanyeol.” Sahut Xiu Min nampak berpikir juga. “Lagipula, kenapa kau ngotot sekali sih mendekati Baekhyun?” lanjutnya bingung.

Chanyeol menggaruk kepalanya sedikit gugup, “Aku sendiri juga tidak mengerti…” ujarnya jujur, “Aku hanya ingin dekat dengan Baekhyun, aku rasa dia tidak benar-benar membenciku…” Chanyeol kembali mengingat wajah Baekhyun yang memerah malu saat dirinya memegang pundak si pemuda berambut cokelat tersebut.

“Benar-benar aneh…” ujar D.O lirih, sedangkan Xiu Min menatap wajah Chanyeol dengan pandangan aneh serta heran. “Jadi kau belum menyerah mengajak Baekhyun bicara?”

Chanyeol mengepalkan tangannya semangat, “Tentu saja aku belum menyerah!! Aku sudah terlanjur sejauh ini, jadi sekalian saja!!”

D.O geleng-geleng heran tapi tetap mengacungkan kedua jempolnya untuk menyemangati Chanyeol. Xiu Min malah menepuk dahinya  heran dengan kegilaan dua orang di depannya. “Oh, dunia ini sudah mendekati kiamat…” ujar Xiu Min lirih.

.

.

“Bagaimana misimu? Berjalan lancar? Atau kau malah jadian dengan cowok itu?” goda Yuri. Seluruh anggota keluarganya kini sedang berkumpul di ruang makan untuk dinner.

Baekhyun buru-buru me-death glare sang noona karena mulutnya yang benar-benar seperti ember bocor. Tidak sadar kah kakaknya itu, jika sang ayah-Shindong dan sang ibu—Nari sedang berada di sana juga.

“Aku sudah berusaha menjauhinya, tapi dia malah terus mendekatiku, Aku sendiri sungguh tidak mengerti dengan sikapnya…” ucap Baekhyun pelan, berusaha agar kedua orangtuanya yang sedang makan tidak mendengar ucapannya.

Yuri manggut-manggut, “Sudah aku bilang… dia itu takdirmu! Kau masih belum percaya juga!”

“Lagi pula, menjadi gay tidak terlalu buruk…” sang ibu-Nari menuangkan kopi di gelas sang Ayah.

Shindong mengangguk sambil menyesap kopinya sedikit, “Bukan kah mimpi basahmu itu sudah berlangsung sejak kau kelas satu SMA? Berarti mimpi basahmu itu bukan sekedar mimpi biasa…”

Baekhyun bertopang dagu nampak berpikir, “Kalau kalian bilang begitu… benar juga sih…”

“…”

Baekhyun merasa ada yang aneh dengan pembicaraan keluarganya.

“…”

“…”

“TUNGGU!! BAGAIMANA UMMA  DAN APPA TAHU MIMPI BASAHKU?!!” Jerit Baekhyun panik. Seketika dirinya langsung menatap tajam pada sang kakak-Yuri.

Yuri menjulurkan lidahnya sambil membentuk tanda peace dengan jarinya.

Sial, Baekhyun benar-benar meruntuki kebodohannya karena telah curhat pada Yuri. Kakaknya itu memang mulutnya seperti ember bocor (atau malah mungkin ember yang sepenuhnya lubang). Dirinya memang tahu kalau Yuri gemar menggosip dan membocorkan rahasia orang.

Kakaknya bahkan tahu kalau anak dari blok sebelah perumahannya yang bernama SeHun menolak pacaran dengan Sulli dan malah pacaran dengan Lu Han-cowok berwajah manis lebih tua darinya, atau gossip bahwa gadis bernama Victoria yang terlihat cantik sebenarnya punya enam jari kaki. Namun, Baekhyun tidak menyangka jika Kakaknya bahkan membocorkan rahasia paling memalukan pada orangtuanya.

Saat Baekhyun hendak mendamprat kakaknya habis-habisan, umma-nya berusaha menahan Baekhyun, “Jangan marah ke noona-mu itu Baekki… sebenarnya kami yang bertanya padanya,  khawatir melihatmu yang setiap hari semakin murung.” Ujar Nari membela Yuri.

Yuri nampak menujukkan wajah pura-pura menyesal yang malah makin membuat Baekhyun ingin memukul wajah noona-nya itu dengan bokong panci.

“Tapi tetap saja kau membocorkan rahasia orang dengan begitu mudah…” ucap Baekhyun masih dengan wajah kesal.

Yuri menggeleng, “Kau ini ngomong apa, sih? Kita ini keluarga, tidak ada yang boleh menyimpan rahasia di dalam keluarga!” ucap gadis berambut hitam sedikit ikal itu dengan wajah melankolis.

Nari mengangguk setuju, “Umma mendukung perkataan noona-mu, kau ini masih di bawah umur. Kau harus berbagi masalah dengan kami…”

Shindong-sang ayah juga manggut-manggut, “meski terasa aneh saat mendengar rahasiamu itu dari Yuri, appa dan seluruh anggota keluarga ini akan tetap mendukung segala keputusanmu.”

Baekhyun menatap ayah, ibu, dan kakaknya dengan padangan ‘what-the-hell’.

“Kau tidak perlu takut, aku akan meneruskan darah dari keluarga ini…” ucap Yuri berapi-api. Baekhyun cengok sendiri melihat wajah kakaknya itu.

Nari malah menatap Baekhyun dengan wajah ingin menangis, “Aku cuma berharap kebahagiaanmu, nak…” ucap sang ibu dramatis.

“Tidak peduli apa pun yang orang lain katakan, kau itu tetap anak kami, meski kau berubah menjadi gay…” kali ini omongan Shindong malah semakin ngawur.

GREK!

Baekhyun berdiri dari posisinya dengan tangan mengepal, “MEMANG SIAPA YANG MAU JADI GAY?!!!”

.

Baekhyun berguling-guling di tempat tidurnya dengan wajah kusut. Mulut ember kakaknya benar-benar membawa masalah, tapi masalah yang lebih besar adalah, entah kenapa keluarganya malah mendukungnya untuk menjadi gay ketimbang menjadi normal.

“Arrggh!!!” Baekhyun mengacak-acak rambutnya hingga berantakan. Dirinya bingung, apa yang harus dilakukannya agar cowok berambut pirang dengan tinggi menjulang bernama Chanyeol itu mau menjauhinya? Padahal dirinya sudah mati-matian membuat Chanyeol marah atau benci padanya dengan berkata-kata kasar, tapi efeknya malah sebaliknya.

Jujur, Baekhyun tidak berani membayangkan. Jika Chanyeol tahu alasan mengapa Baekhyun berusaha menjauhinya, Baekhyun yakin jika Chanyeol akan jijik padanya dan akan membuat citranya menjadi buruk.

Tunggu…

Jika dirinya mengatakan yang sejujurnya pada Chanyeol, pasti pemuda berambut pirang itu akan menjauhinya dengan sendirinya… Ya! Mungkin Baekhyun memang harus menceritakan yang sebenarnya pada Chanyeol!!

.

.

“Kita harus bicara…” ucap Baekhyun serius. D.O dan Xiu Min menunjukan wajah ‘ada apa denganmu?’ tapi Baekhyun sukses mengabaikan tatapan aneh keduanya. Teman-teman sekelasnya pun ada yang berpaling sebentar melihat apa yang dilakukan oleh Baekhyun. Sebenarnya Baekhyun malu setengah mati, karena dirinya lah yang sudah memulai pertengkaran pada Chanyeol, dan sekarang dirinya pula yang mengajak bicara.

Chanyeol sendiri tercengang dengan ucapan Baekhyun, “maksudmu aku?” ujarnya sambil menunjuk diri sendiri.

Baekhyun memutar mata malas, “memang siapa lagi?”

Chanyeol yang merasa jika hal ini bukanlah hal biasa tentu merasa kaget dan bingung, ada apa dengan Baekhyun hingga pemuda berambut secokelat eboni itu mau mengajaknya berbicara? Dan sepertinya kedua sahabat Baekhyun pun memikirkan hal yang sama dengan Chanyeol, sebenarnya baik D.O mau pun Xiu Min sangat penasaran dengan apa yang akan dilakukan Baekhyun, tapi mereka memutuskan untuk tidak mengikuti keduanya.

Baekhyun mencari tempat yang cukup sepi tanpa ada siswa-siswi lain berlalu-lalang, jadi dirinya memilih untuk mengajak bicara Chanyeol di atap gedung sekolah. Baekhyun masih nampak berpikir harus memulai cerita dari mana, sedangkan Chanyeol menunggu dengan sabar.

“…”

Baekhyun belum juga memulai pembicaraan.

Pemuda berambut pirang acak-acakan itu cukup gugup juga saat Baekhyun mengajaknya bicara, karena biasanya dirinyalah yang akan memprovokasi Baekhyun agar berbicara padanya. Dan lagi… karena Baekhyun selalu mengajaknya bicara dalam keadaan serba kacau, Chanyeol baru menyadari jika sebenarnya Baekhyun memiliki penampilan yang sangat lucu (Chanyeol terlalu gengsi untuk bilang Baekhyun sebenarnya manis).

Angin yang berhembus agak kencang menggerakkan surai eboni Baekhyun, membuat surai-surai sewarna kayu itu terlihat begitu lembut bagai  sutra, kulit Baekhyun juga terlihat sangat lembut seperti kulit bayi dibawah terpaan sinar matahari, belum lagi tubuh mungilnya yang sepertinya enak dan pas dipeluk. Kalau tidak salah, D.O dan Xiu Min juga pernah bilang kalau Baekhyun terkenal dikalangan anak perempuan serta laki-laki(?) mungkin karena hal ini lah alasannya. Pikir Chanyeol sambil manggut-manggut tidak jelas.

“Umm… Chanyeol-ssi…”

“Eh?! I-iya apa?” ucap Chanyeol gugup, buru-buru menapik pikiran-pikirannya yang mulai ngelantur.

Baekhyun melihat lantai, kakinya bergerak-gerak canggung, “Umm… Aku minta maaf karena sikapku yang sungguh tidak sopan padamu akhir-akhir ini… ah, bukan. Maksudku sikapku sudah tidak sopan sejak awal kita bertemu…” ucap Baekhyun malu.

Mendengar kata-kata lembut keluar dari bibir Baekhyun, Chanyeol jadi gugup dan merasa canggung juga, ‘ehh?! Ke-kenapa dia minta maaf? Tapi, gayanya yang malu-malu itu benar benar maniiis!!’ batin Chanyeol.

“Sebenarnya… ada alasan kenapa aku bersikap dingin padamu, jadi saat pertama bertemu denganmu, aku tidak tahu harus bersikap seperti apa…” ujar Baekhyun menyesal, sambil membungkuk dalam-dalam.

Chanyeol segera menggelengkan kepalanya, “Ah! Itu tidak masalah, aku juga sebenarnya tidak terlalu marah juga dengan sikapmu.” Balas pemuda berambut pirang itu jujur, “Tapi… ngomong-ngomong, kau mu mengajakku bicara apa?” lanjut Chanyeol penasaran.

“Kalau begitu… tolong bersikap tenang dan dengar baik-baik apa yang akan aku ucapkan…” mulai Baekhyun serius.

Chanyeol menelan ludah gugup karena akhirnya dirinya akan mengetahui alasan dibalik sikap dingin Baekhyun, “Uh… Baiklah, silahkan lanjutkan.”

Chanyeol mulai berpikir, memang separah apakah kesalahannya hingga membuat Baekhyun marah, atau apakah ada alasan lain mengapa Baekhyun terlihat anti padanya sejak pertama kali bertemu.

“Dengar, ya…” mulai Baekhyun, Chanyeol mendengarkan perkataan pemuda dihadapannya dengan seksama, “aku suka perempuan.” Lanjut Baekhyun lagi.

“…”

“…”

“Terus..?” tanya Chanyeol sama sekali tidak menangkap hubungan mengapa Baekhyun anti terhadapnya dengan orientasi seksual Baekhyun.

“Aku sangaaaat menyukai perempuan! Aku serius!” ucap Baekhyun dengan wajah lebih serius dari koruptor yang ketangkep KPK… oke, abaikan kalimat terakhir.

“Um… begitu?” ujar Chanyeol yang sebenarnya tidak tahu harus berkata seperti apa menanggapi ucapan Baekhyun.

Baekhyun menghela nafas, “Tapi, semenjak  enam bulan terakhir ini… aku selalu mimpi basah dengan lawan ‘main’ laki-laki…”

Chanyeol terperangah, “Woah! Kalau aku yang mengalami, aku pasti sudah gila dan menangis sepanjang hari!” ucapnya heboh.

“Menangis?”

Chanyeol mengangguk, “Iya, aku akan menangis dan mempertanyakan kenyataan orientasi seksualku.”

“Tapi yang ada di dalam mimpiku dan sebagai lawan ‘main’ku itu kamu…” ujar Baekhyun.

“…”

“…”

“WOAAAAHHH!!! BENERAN AKU?!!” Jerit Chanyeol heboh sambil menunjuk-nunjuk dirinya sendiri. Pemuda berambut pirang  acak-acakan itu sama sekali tidak menyangka menjadi objek mimpi basah, karena lawan ‘main’ saat mimpi basah biasanya tidak terlihat wajahnya, atau begitu bangun dari mimpi basah, pasti yang mimpi akan langsung melupakan seperti apa mimpi basahnya.

“Karena itulah aku begitu shock saat melihat wajahmu…” ucap Baekhyun dengan wajah memerah karena malu.

Chanyeol yang melihat wajah malu Baekhyun jadi sedikit senang. Menurutnya, justru suatu kehormatan jika dirinya benar-benar bisa menjadi lawan main dari pemuda semanis Baekhyun.

“Aku berusaha menjauhimu agar tidak terbayang mimpi-mimpi basahku, tapi kau malah terus mendekatiku dan mengikutiku kemana pun…” ucap Baekhyun dengan wajah muram.

Chanyeol jadi kasihan juga melihat wajah Baekhyun yang kusut itu, “Umm… Maaf…” entah kenapa Chanyeol merasa harus meminta maaf karena sikap ngototnya mendekati Baekhyun selama ini.

Baekhyun terbatuk sebentar, “Karena itulah, aku mohon kau tidak mendekatiku lagi.” Tutupnya dengan wajah kembali tenang.

“Tu-tunggu!!” ucap Chanyeol buru-buru, “Apakah itu berarti kita juga tidak bisa menjadi teman?” ucap Chanyeol dengan wajah memelas pada Baekhyun.

“Berteman?” tanya Baekhyun, menatap Chanyeol dengan pandangan aneh. Bagaimana bisa pemuda pirang acak-acakan satu ini bisa mengajak dirinya berteman setelah kelakuan Baekhyun yang menyakiti dirinya? “Kau ingin berteman denganku? Kau serius? Kenapa?”

Chanyeol menggaruk kepalanya, “aku rasa, kau bukan orang yang menyebalkan setelah aku mengetahui alasanmu. Makanya aku ingin kita berteman, lagipula kita kan sudah saling bicara seperti ini, tidak ada alasan untuk tidak berteman ‘kan?”

Baekhyun hanya diam karena tidak tahu harus menanggapi seperti apa.

“Ayolah…” bujuk Chanyeol, “Kau tidak di dalam posisiku, sih… tiba-tiba saja dibenci tanpa alasan yang jelas.” Lanjutnya memelas.

Ada sedikit rasa tersinggung di benak Baekhyun saat Chanyeol berkata seperti itu. “Kau pikir aku yang mengalami ini sama sekali tidak merasa kesulitan?! Aku lah yang paling tersiksa!!” sanggah Baekhyun dengan emosi.

Chanyeol cukup terkejut karena reaksi Baekhyun, Chanyeol menunduk, “Mianhe…” ucapnya dengan nada lemah.

Mau tidak mau Baekhyun merasa bersalah juga karena membentak pemuda berambut pirang acak-acakan itu. Sebenarnnya Baekhyun sangat tersentuh mendengar perkataan Chanyeol. Setelah apa yang dilakukannya, Chanyeol malah mengajaknya berteman, Baekhyun sungguh tidak habis pikir.

“Apa karena mimpi itu, kau jadi membenciku?” tanya Chanyeol. Wajahnya seperti anjing yang dibuang oleh tuannya.

Pemuda berambut kecokelatan itu berpikir sebentar, “umm… sebenarnya aku sama sekali tidak membencimu. Hanya merasa tidak nyaman saja…” Chanyeol memiringkan kepalanya terlihat bingung dengan perkataaan Baekhyun. “Karena… sebenarnya di mimpiku, aku lah yang menjadi bottom…” jelas Baekhyun lagi.

Chanyeol terdiam.

“…”

“…”

“KAU UKE?!! AKU SEME, DONG?!!” Ujar Chanyeol heboh, tapi telat. Baekhyun menutupi wajahnyaa karena malu. Sekilas, dirinya merasa bangga karena bisa menjadi di posisi ‘atas’ dari Baekhyun, tapi Baekhyun memang manis kok, jadi pantas saja Baekhyun posisinya di bawah! Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya untuk mengusir pemikirannya yang aneh-aneh soal Baekhyun. “Lalu, kenapa kita tidak bisa berteman?” ucap Chanyeol kemballi ke topik semula.

Baekhyun nampak kesal dengan Chanyeol yang sepertinya tidak juga mengerti situasi, ditambah lagi sikap ngotot pemuda berambut pirang di hadapannya saat ini benar-benar membuatnya semakin kesal. “Kau pikir bisa semudah itu?!!” jerit Baekhyun.

“Setiap kau di dekatku, aku selalu terbayang-bayang oleh sentuhanmu yang ada di dalam mimpi!! Tanganmu yang menggerayangi tubuhku, bibirmu yang menghisap dan melumat bagian sensitifku, belum lagi setiap tusukan-tusukanmu di dalam tubuhku! Itu semua bisa membuatku gila!!!” ucap Baekhyun terang-terangan tanpa jeda. Pemuda berambut eboni itu bahkan sampai terengah-engah karena bicara begitu lama dengan nada tinggi dan emosi berapi-api.

Wajah Chanyeol memerah mendengar setiap kata yang diucapkan Baekhyun dengan terang-terrangan seperti itu. Apakah memang sehebat itu kah wet dream yang dialami oleh Baekhyun? Chanyeol jadi penasaran juga tentang mimpi pemuda lebih mungil darinya itu.

Apakah di dalam mimpi itu dirinya menyentuh seluruh kulit lembut Baekhyun yang nampak seperti kulit bayi itu? Apakah dirinya juga menciumi dan membuat kiss mark di leher Baekhyun yang jenjang dan menggoda? Apakah ketika dirinya mempenetrasi Baekhyun, pemuda berambut eboni itu akan menjerit dan menggaungkan namanya?

Chanyeol bisa membayangkan dengan jelas, tubuh telanjang Baekhyun yang ramping tergeletak lemas di atas kasur, tubuh Baekhyun memerah-penuh dengan kiss mark, rambut cokelatnya yang selembut sutra acak-acakan, namun terlihat seksi, bibir baekhyun yang bengkak dan memerah, mata kelamnya yang terlihat sayu nan menggoda seakan mengucapkan, ‘A-ah… Channie, please touch me…’

Brrr!! Tiba-tiba Baekhyun merasakan bulu kudunya berdiri karena tatapan tajam dari Chanyeol, “Kau… Jangan bayangkan yang tidak-tidak!!!” ucap Baekhyun dengan pipi merona merah padam. Chanyeol Cuma nyengir geje, memperlihatkan gigi putihnya yang menawan.

“Hehehe, ayolah… aku kan cuma penasaran, sentuhan sedikit tidak masalah kan?” tanya Chanyeol yang melangkah semakin mendekat.

Baekhyun yang posisinya sudah terhimpit tembok jadi tidak bisa lari kemana-mana, “Apa yang kau pikirkan?!! Apa kau sudah gila?!!” jeritnya sambil meronta.

Chanyeol mencengkram lengan Baekhyun dan menghimpitnya di tembok agar tidak bisa terlalu banyak bergerak. “Cuma sedikit sentuhan, tidak masalah kan? Iya kan?” ucap Chanyeol mengabaikan umapatan marah dari pemuda lebih mungil di hadapannya.

“Berhenti mengatakan hal mesum dan lepaskan aku!!” ucap Baekhyun masih belum mau berhenti meronta.

Chanyeol mendekatkan bibirnya dan mengecup singkat pada pipi Baekhyun. Pemuda berambut pirang acak-acakan itu mengecup seluruh bagian wajah Baekhyun, ketagihan dengan kulit Baekhyun yang lembut seperti bayi. Setelah puas, dirinya mengecup leher Baekhyun-menjilat dan menghisap di sana. Aroma Baekhyun terasa segar dan manis seperti vanilla atau buah jeruk. “Baekkie… Baumu enak…” ucap Chanyeol masih asik di ceruk leher Baekhyun.

“Hhh… Chanyeol…” gumam Baekhyun lirih, badannya terasa lemas dan pikirannya mendadak blank karena sentuhan Chanyeol yang lembut serta sensual. Tangannya tidak lagi meronta, Baekhyun mencengkram lengan baju Chanyeol sebagai pembantu keseimbangan. Dirinya bisa merasakan Chanyeol mulai melepaskan kacing bajunya satu per satu, Baekhyun tidak bisa melakukan apapun untuk melawan, tenaganya seakan sudah tersedot habis.

Chanyeol melepaskan kemeja bagian atas Baekhyun, membuatnya separuh telanjang. Pemuda berambut pirang tersebut sangat kagum dengan kulit putih Baekhyun yang halus dan lembut, tangannya terus meraba dada Baekhyun, sesekali mencubit dan memilin puting si pemuda brunette. Chanyeol menurunkan posisinya sehinga bibirnya kini sejajar dengan dada Baekhyun, kemudian menjilat dan menghisap puting pemuda lebih pendek darinya itu. “Sllrp… slrpp… What a delicious body, Baekkie…” pujinya sambil terus menjilat.

“Aaah… Chan-chanyeol… Ahh…” Baekhyun memejamkan matanya, tidak kuat jika harus menatap mata Chanyeol yang seakan ingin memangsanya. Rangsangan dari lidah Chanyeol yang hangat benar-benar membuatnya seakan terbang ke nirwana. Tangan mungilnya memegang helaian pirang rambut Chanyeol menarik kepala pemuda lebih tinggi darinya itu agar lebih melumat putingnya.

“Slrrp… hmm… slrrp…” Chanyeol menggerakkan lidahnya memutari puting Baekhyun, sedangkan tangannya meremas sesuatu yang sudah menegang di celana si pemuda brunette. Menyadari Baekhyun yang mulai tidak nyaman dengan celananya yang terasa ketat (begitu pula dirinya) Chanyeol langsung melepaskan seluruh celana Baekhyun dalam sekali tarikan.

Pemuda berambut pirang dengan tinggi di atas rata-rata tersebut berdecak kagum karena begitu dirinya menarik celana Baekhyun paha putih mulus dengan kejantanan yang berukuran imut itu langsung terlihat di hadapan matanya. “Manis sekali…” ucap Chanyeol sambil memainkan bola kembar di bawah kejantanan Baekhyun dengan seringaian jahil.

“Ahhh!! He-hentikan!” Baekhyun sekuat tenaga menahan desahannya, tangan kirinya menutup rapat-rapat mulutnya sedangkan tangan kanannya memegangi pundak Chanyeol yang saat ini sedang berlutut.

Chanyeol masih bermain-main dengan testis Baekhyun, memijat kemudian mengocoknya dengan kecepatan konstan. Meski sudah menutupi mulutnya, tetap saja ada desahan yang lolos dari bibir mungilnya, membuat libido Chanyeol yang masih dalam masa puberitas meningkat.

“Ngghh… Ahhh… Chanyeol… Hhh…” desah Baekhyun dengan mata terpejam dan mulut terus terbuka.

Merasa seperti mendapat izin lebih jauh, Chanyeol menjilat ujung kejantanan Baekhyun yang sudah berdiri tegak. Kejantanan dengan ukuran imut itu berdiri tegang dengan ujung yang memerah karena mengeluarkan pre-cum. Mata Baekhyun membulat saat merasakan gumpalan daging tak bertulang itu membalut ujung kejantanannya, menyesap rasa dari lubang kecil tempat keluarnya pre-cum tersebut.

“Ahhh!!! Cha-chanyeol… Ahh!! Ahhhh…!!” Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya tak tahan, saat Chanyeol melumat seluruh kejantanannya, rongga mulut Chanyeol yang basah dan hangat sungguh membuatnya lupa diri. Lidah pemuda berambut pirang tersebut mengitari kepala penis Baekhyun menjilat lubang keluarnya pre-cum, sesekali menghisap dan menggigit lembut.

Tangan Chanyeol yang satu masih terus bermain dengan twin balls sang brunette, sedangkan tangannya yang lain meremas bongkah pantat Baekhyun yang lembut dan kenyal.

Chanyeol benar-benar merasa ketagihan. Kulit Baekhyun yang putih mulus dan lembut seperti bayi, erangan dan desahan dari bibir sintalnya yang terdengar lembut, belum lagi reaksi-reaksi Baekhyun dari sentuhannya yang begitu manis! Semua itu membuat Chanyeol tergila-gila setengah mati.

Pemuda dengan tinggi seratus delapan puluh itu menggerakan kepalanya, membuat kejantanan Baekhyun menggesek lidah dan gigi-giginya dengan lembut. Tangannya yang berada di bongkah pantat Baekhyun mulai bergerak, menggesek dan menekan-nekan lubang Baekhyun dengan jari tengahnya.

“Aghhh… Ahhhh! Ahhh!” tubuh Baekhyun semakin menegang, perutnya terasa melilit, dan ujung kejantanannya berkudut-kedut di dalam mulut Chanyeol. Pemuda berambut pirang itu juga mengerti reaksi dari Baekhyun, pemuda bertubuh lebih mungil darinya itu akan segera mencapai puncak orgasmenya. Chanyeol makin memperintens gerakannya, membuat Baekhyun makin mendesah tidak karuan.

Baekhyun merasakan pandangannya mengabur dan pusat panas tubuhnya semakin berada di ujung tanduk, dengan satu hisapan keras dari Chanyeol Baekhyun akhirnya mencengkram erat lengan pemuda berambut pirang itu, “AHH!!! Chanyeol!!! Hhhh!!”

SPLURT!!

Sperma dari ujung kejantanan Baekhyun menyemprot deras dalam tenggorokan Chanyeol, pemuda itu tersenyum, masih menunggu hingga Baekhyun melewati masa ejakulasinya. Barulah setelah pemuda mungil itu berhenti mengeluarkan spermanya, Chanyeol melepaskan lumatannya dari batang penis Baekhyun, kemudian menelan sperma pemuda brunette itu tanpa sisa.

Chanyeol tersenyum lembut, membelai helaian cokelat rambut Baekhyun yang berkeringat. Pemuda lebih pendek darinya itu masih terengah-engah dengan tubuh bercucuran peluh.

“Hhhh… Kalau kau begini terus, Hhh… aku bisa jadi gay… hhh…” ucap Baekhyun di sela nafasnya yang masih memburu.

“Memang kenapa kalau kau jadi gay?” tanya Chanyeol dengan wajah tidak mengerti, Baekhyun jadi bingung, kenapa dirinya bisa di’uke’i oleh orang seperti Chanyeol yang tidak ada aura semenya sama sekali. Memang sih suara Chanyeol lebih berat darinya dan tinggi badan Chanyeol juga jauh di atasnya.

“Kau tidak boleh semudah itu mengubah orientasi seksualmu! Kau harus berpikir dengan jernih dan mempertimbangan dengan matang!” Jawab Baekhyun setelah napasnya mulai stabil, pemuda manis itu mulai memakai kembali celana seragamnya. “Hanya karena mimpi basahku, kita berdua tidak boleh berjalan ke arah yang salah!” lanjutnya serius.

Chanyeol terdiam sejenak, sebelum akhirnya membuka mulut, “Tapi… aku rasa aku mulai menyukaimu…”

“…”

“…”

“Jangan ngaco…” respon Baekhyun dengan wajah cengok.

Chanyeol menggaruk belakang kepalanya, “Kau pikir kenapa aku ngotot untuk ingin tahu alasan kau menjauhiku? Itu karena aku ingin dekat denganmu.” Mulai pemuda berambut pirang acak-acakan itu, “Aku pikir kau orang yang menarik dan setelah kita bicara baik-baik seperti ini, juga setelah apa yang kulakukan tadi, aku sadar jika aku menginginkanmu.” Lanjutnya sambil memegang tangan Baekhyun lembut.

“Kau semudah itu berubah menjadi gay?” tanya Baekhyun heran.

Chanyeol tersenyum lembut, “kehidupan itu hanya berjalan untuk sementara, sebelum menyesal, bukan kah lebih baik untuk menuruti kata hati masing-masing?” kali ini genggaman tangannya semakin erat pada tangan Baekhyun.

Pemuda bersurai eboni itu menunduk malu, “Sebenarnya, aku juga mulai menyukaimu… Kau tidak menjauhiku atau jijik setelah aku menceritakan mimpiku, kau juga tidak membenciku karena sikap kasarku saat awal kita bertemu.” Ucapnya jujur, matanya sama sekali tidak berani menatap wajah tidak percaya Chanyeol.

“Yaaay~!!!” Chanyeol langsung memeluk Baekhyun erat, “Berarti kita sama-sama saling menyukai kan? Kita pacaran kan? Berarti juga boleh melakukan ‘itu’ juga kan?!!” lanjut Chanyeol bertubi-tubi dengan wajah sangat senang.

“Memang siapa yang mau jadi gay dan pacaran denganmu, hah?!!” jerit Baekhyun buru-buru melepaskan pelukan Chanyeol.

“Tapi kita kan saling menyukai, seharunya pacaran dong!” perotes Chanyeol dengan wajah lucu dan kekanakan.

Baekhyun mendengus, “terus saja bermimpi…!” ucapnya dengan wajah sedikit sinis.

“Kau kan sudah memimpikan kita making love.” Seranggah pemuda pirang itu, membuat Baekhyun terbatuk-batuk salah tingkah. “Pokoknya, aku ingin kita selalu bersama! Tentu saja sebagai pasangan kekasih! Karena aku ingin mewujudkan mimpimu ke dunia nyata!” lanjut Chanyeol memeluk Baekhyun dengan posesif.

Baekhyun sudah tidak bisa melakukan apa-apa. Diam-diam pemuda mungil itu tersenyum sambil menatap langit. Biarkan saja semuanya mengalir, menurut pada apa kata hati masing-masing. Mungkin saja, semua ini memang permainan takdir tuhan. Yah, siapa yang tahu?

“Baekkie, kita lanjutkan ke hotel, yuk!”

“MIMPI SAJA SANA!!!!”

.

.

.

-FIN-

.

.

.

A/N:

Halooo! Wah, ini pertama kali lho hima bisa langsung mentamatkan satu judul fic dalam waktu sedekat ini! Biasanya kalau hima males berlama-lama sama suatu fic, fic itu akan hima biarin sampe jamuran di laptop. Tapi karena hima suka banget sama pairing ChanyeolXBaekhyun (baekhyun uke lho!) jadi rasanya ringan banget buat ngetik fic ini!🙂

Setelah ini, hima kayaknya harus update fic kyuhyun lagi yang sudah numpuk, para reader sudah pada men-teror hima di twitter atau FB. #Sigh

Sekian dari hima, semoga yang nggak kenal sama EXO jadi suka EXO gara-gara fic ini, dan semoga kalian yang sudah baca nggak kecewa dengan fic geje macem ini. Sampai jumpa pada fic hima lainnya!!

.

This Fic is Dedicated For:

.

.

.

Coz Silent Reader aren’t allowed,

don’t leave this page before review!!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 12, 2012 in Uncategorized

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: